• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lagi, BFS Tanam Anggrek dan Ratusan Pohon di Sungai Upang

Minggu, 12 Januari 2020 | 20:54 WIB
Penanaman anggrek di Sungai Upang Tanah Bawah. Foto : ist/BFS
Loading...

Klikbabel.com, Pudingbesar - Hari Gerakan Sejuta Pohon Dunia dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Indonesia yang diperingati pada tanggal 10 Januari 2020, dimanfaatkan Yayasan Peduli Lingkungan Bangka Flora Society (BFS) dengan melakukan aksi penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah, Minggu (12/1/2020).

Penanaman tersebut dilakukan dengan melibatkan para anggota BFS, sahabat alam sungai upang, siswa pramuka saka kalpataru, masyarakat dan para pengunjung.

Penanaman tersebut diungkapkan Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini bertujuan mengajarkan kepada seluruh siswa dan mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan khususnya di tepian Sungai Upang.

"Seluruh kegiatan kali ini merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem Sungai Upang. Kita juga memilih Kayu Perupuk dan Jambu Ubak karena memiliki karakteristik yang cocok untuk ditanam di tepi Sungai Upang," ungkap Dian.

Terkait dengan penanaman tanaman anggrek, wanita yang juga peraih penghargaan kalpataru tersebut mengungkapkan melakukan konservasi bagi tanaman anggrek Bangka Belitung di Pulau Anggrek yang dibamanakan 'Pulau Anggrek Elsye Lestari'. Pulau tersebut terletak di tengah Sungai Upang dan untuk menjangkaunya perlu mengendarai perahu.

"Penanaman kita kali ini dilakukan sebanyak 78 batang anggrek dari enam spesies berbeda. Diantaranya ada tanaman anggrek yang saat ini sudah mulai langka dan sulit untuk ditemui, anggrek tersebut yaitu Anggrek Bulan," tutur Dian yang didampingi oleh Sekretaris BFS, Fahmi Andika.

Selain Anggrek Bulan (Phalaeonopsis sumatrana) lima jenis anggrek lainnya yaitu Cernu cervi, Oncidium, Bulbovilum, Bogoriensis, dan Tripspermum. Seluruh anggrek tesebut ditanam di Pulau Anggrek yang telah dirawat dan ditanami sejak tiga tahun silam.

Disamping itu, kegiatan penanaman juga terus rutin dilalukan oleh Sahabat Alam Sungai Upang bersama BFS di tepian Sungai Upang melalui kegiatan 'Minggu Menanam'. Sehingga setiap satu minggu sekali akan melakukan penanaman dengan melibatkan siswa dan masyarakat yang berkunjung ke Sungai Upang.

Ketua Komunitas Salam Upang, Hormen mengungkapkan disamping Sungai Upang dianggap masyarakat sebagai tempat rekreasi, dirinya juga berharap mampu memberikan nilai-nilai edukasi khususnya terhadap pelestarian lingkungan. Sehingga masyarakat yang berkunjung mampu menambah pengetahuan dan rasa cinta terhadap lingkungan.

"Disamping kita mengurusi para pengunjung yang hendak berwisata, kita sisipkan dengan nilai edukasi tentang lingkungan kepada mereka. Kita ajak mereka untuk menanam anggrek, pohon, dan melakukan pembibitan yang lokasinya juga di Sungai Upang," ungkap Hormen.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com