• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pantai Matras Bebas Tambang? Ini Jawaban Wabup Bangka

Rabu, 04 Desember 2019 | 16:37 WIB
Wakil Bupati Bangka Syahbudin. Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Wakil Bupati Bangka Syahbudin bereaksi terkait pro dan kontra masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Pantai Matras, Kelurahan Matras, Kabupaten Bangka. Syahbudin meminta masyarakat untuk bersabar dan jangan anarkis menghadapi persoalan ini. Selagi bisa dinegosiasi dan dibicarakan, gesekan-gesekan yang menjurus kepada konflik menurutnya haruslah dihindari.

"Kita tetap koordinasi. Menurut informasi sudah ada pergeseran dari kapal isap. Kita berharap masyarakat bersabar dan jangan anarkis," kata Syahbudin ditemui usai pemeriksaan fisik kendaraan roda dua dan empat milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Bupati Bangka, Rabu (4/12/2019).

Syahbudin mengatakan, tidaklah mudah jika menyebut perairan Pantai Matras bebas dari tambang. Hal ini lantaran kawasan tersebut milik pertambangan PT Timah. Hanya saja, Syahbudin mengingatkan adanya kepentingan para nelayan sehingga pihaknya harus arif dan bijaksana melihat persoalan. "Secara aturan itu Kawasan Pertambangan (KP) PT Timah. Hanya saja ada kepentingan nelayan yang harus kita pikirkan bersama, harus arif dan bijaksana," tegasnya. Menurut Syahbudin, dirinya enggan mengeluarkan statemen yang langsung men justice supaya semua kepentingan berjalan baik. "Walau sulit sih tapi janga sampai memicu gesekan," ingatnya.

Dirinya berharap, sebelum ada kesepakatan yang menyelesaikan masalah tidak adanya aktivitas tambang tersebut. "Iimbaunya sebelum ada kesepakan yang win-win solution jangan bekerja apalah, karena khawatir ada gesekan kasian masyarakat kita," tegasnya.

Sebelumnya tadi malam, nelayan kontra KIP berkumpul di Pantai Teluk Belikat Sungailiat. Kehadiran mereka lantaran mendapat informasi masuknya KIP di perairan Matras. Dul, salah satu nelayan Matras menjelaskan, banyak nelayan tidak turun ke laut lantaran adanya informasi masuk KIP. "Jadi kami malam ini berkumpul dan monitor atas masuknya KIP," kata dia.

Dul mengatakan, KIP yang masuk sudah mengusik nelayan Matras. Sebab, banyak kerugian yang akan diterima oleh nelayan. "Ini tidak sudah-sudah. Setiap tahun. Sudah kita sampaikan ke pemerintah tapi masih saja," keluhnya. Dul meminta pihak KIP untuk dapat melihat kondisi nelayan yang ada. "Masa tidak kasihan dengan nelayan. Tinggal Matras saja yang utuh. Tolonglah jangan masuk KIP," tutupnya.

 

 

 

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com