• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Perbedaan Cara Belajar 10 Siswa SDN 12 di Pangkalanbatu

Minggu, 01 Desember 2019 | 20:47 WIB
SDN 12 Pangkalanbatu Bangka Selatan. Foto : devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Terletak 7 km dari Dusun Ranggung, jauh dari perkampungan dan hiruk pikuknya kota, tidak membuat semangat anak-anak Dusun Pangkalanbatu Kecamatan Payung, Bangka Selatan luntur untuk mengenyam pendidikan di bangku sekolah.

Padahal, ruang kelas jauh yang menginduk di SDN 12 Payung ini jauh dari kata layak. Meskipun bangunannya sudah direnovasi. Karena prasarana pendidikan dan mobiler yang digunakan seperti meja dan kursi tak memenuhi standar.

"Jumlah siswa di sini totalnya ada 10 orang dengan rincian kelas satu, satu orang, kelas dua empat orang dan kelas tiga lima orang. Karena ruang kelas hanya satu dan jumlah siswa sedikit, digabung," ujar Muhammad Guntur, Minggu (1/12).

Guntur yang merupakan tenaga pendidik di kelas jauh SDN 12 itu menjelaskan. Dari 10 siswa, 3 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah itu saat ini sudah berumur 14 tahun lantaran saat masuk kelas 1 SD umurnya sudah 11 tahun.

"Mungkin karena akses jalan serta faktor ekonomi membuat mereka lambat masuk sekolah. Jadi kalau malam, tiga siswa yang duduk di bangku kelas tiga tadi belajar materi kelas empat, lima dan enam. Karena kebetulan saya tinggal di sini," ceritanya.

Selain 10 siswa SD, Guntur juga mengajar 6 siswa TK yang digabung di dalam ruangan kelas tersebut. Pola belajar mengajar yang diterapkan juga sama seperti sekolah formal pada umumnya di luar sana.

"Kalau program cara belajar sama seperti yang di sekolah lain. Kelas satu, dua pakai K13, kelas empat pakai KTSP. Sedangkan untuk anak TK cuma mengenal huruf dan angka. Jadi sistemnya, kelas tiga pagi diberi materi," ungkapnya.

Setelah diberi materi, murid kelas tiga akan diberi penjelasan. Untuk kelas 1 dan 2 juga sama, mereka disuruh mengerjakan materi, menjelaskan dan mengerjakan soal serta untuk materi-materi tertentu siswa diminta maju ke depan kelas.

"Untuk jadwal sekolah sama, Senin sampai Sabtu belajar di ruang kelas sini, tapi itu sebelum ada jalan yang ditimbun yang ada rawa-rawa itu. Tapi sekarang, Senin sampai Jumat, mereka belajar di sini, kalau Sabtu mereka ke SDN 12 di Ranggung," ujarnya.

Meskipun akses jalan yang harus ditempuh sejauh 7 km dengan kondisi masih tanah puruh, anak-anak harus dia bawa ke SD 12 di Desa Rangggung setiap hari Sabtu. Agar mereka dapat berkembang dan bertemu teman lainnya di luar sana.

"Walaupun musim hujan seperti sekarang juga saya bawa ke SDN 12 setiap Sabtu. Itu anak-anak saya angkut pakai motor, dan pernah kejadian motor saya hampir rusak karena seringnya pulang pergi mengantar anak-anak," ungkapnya.

Namun karena kekhawatiran Kepala SDN 12 Supartina terhadap kondisi dirinya anak-anak, dan kendaraan yang digunakan tatkala hujan mengguyur, diberikan keringanan untuk beajat di ruang kelas di Dusun Pangkalanbatu pada hari Sabtu.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com