• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pemprov Babel Fokuskan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Kamis, 21 November 2019 | 21:31 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman mencium sang istri Melati Erzaldi. Foto : ist
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang -Memasuki usia ke-19 tahun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel akan focus pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, diikuti pemerataan pendapatan masyarakat melalui upaya transformasi ekonomi, peningkatan pendapatan pemerintah, peningkatan kualitas infrastruktur dan konektivitas, peningkatan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan masyarakat, reformasi birokrasi, pembangunan demokrasi, tata kelola bencana, serta lingkungan hidup.

“Untuk  mencapai tujuan tersebut, tidak mungkin dapat kita raih tanpa perencanaan yang baik, pelaksanaan yang konsisten dan taat aturan, pemantauan dan evaluasi yang berkesinambungan, serta sinergi positif dari pihak-pihak terkait,” demikian disampaikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-19 Provinsi Babel, di Lapangan Upacara Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Kamis (21/11/2019) pagi.

Dihadapan Peserta Upacara yang mengenakan Pakaian Adat Melayu Babel, Gubernur menjelaskan, 19 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 November 2000, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 27 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikatakan Gubernur, tentu saja atas perkenan dan ridho serta rahmat Allah SWT, serta buah perjuangan dan ikhtiar yang tidak kenal menyerah dari para pendahulu.

Keinginan untuk menjadi sebuah provinsi, lanjut Erzaldi, didasari oleh niat dan tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik, sejahtera lahir dan batin. Maka, urai Erzaldi, segera setelah resmi terbentuk, saat itu juga kerja keras dan upaya bersama seluruh komponen daerah untuk mewujudkan cita-cita besar membangun daerah dimulai, sebagaimana tercantum dalam visi rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu “Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang maju, sejahtera dan berwawasan lingkungan 2025” serta menjadikan Provinsi ”teladan” seperti yang diharapkan oleh para pendiri Provinsi ini. “Maju, sejahtera dan berwawasan lingkungan menjadi kata-kata kunci dalam membangun,” kata Gubernur.

Oleh karenanya, pada Peringatan Hari Jadi yang ke-19 ini, dirinya mengajak seluruh elemen di Babel untuk selalu bahu-membahu, bekerja sama guna memberikan upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk membuat percepatan dan lompatan kemajuan dalam rangka mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Sejak terbentuk sampai dengan saat ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan banyak hal, dan apa yang telah kita lakukan tersebut, sudah mulai memberikan hasil kerja yang nyata,” ujar Gubernur Erzaldi.

Dalam kurun waktu 19 tahun ini, diungkapkan Gubernur, ada beberapa capaian yang telah berhasil diraih, antara lain: Pertama, produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha yang pada tahun 2000 hanya sebesar 6,4 triliun rupiah, telah meningkat menjadi sebesar 73,07 triliun rupiah pada tahun 2018 atau mengalami kenaikan sebesar 1.200 persen. Hal ini menunjukan perkembangan ekonomi yang luar biasa semenjak terbentuknya provinsi kita ini.

Kedua, pada tahun 2001, Kepulauan Bangka Belitung hanya memiliki 36 kecamatan, 52 kelurahan, dan 263 desa; saat ini sudah ada 47 kecamatan, 82 kelurahan dan 309 desa. Pemekaran dearah tentunya diharapkan semakin mendekatkan dan mengoptimlakan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Ketiga, kapasitas anggaran terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2002 tercatat pendapatan daerah hanya sebesar 266,4 milyar rupiah. Pada apbd 2018 sudah meningkat tak kurang dari 9 kali lipat sehingga mencapai 2,59 triliun rupiah, dengan pendapatan asli daerah yang meningkat 16 kali lipat dari 48,8 milyar rupiah menjadi 810 milyar rupiah.

Keempat, panjang jalan pada tahun 2001 hanya 977,76 kilometer, saat ini sudah mencapai 1.451,41 kilometer untuk mendukung konektifitas antar wilayah. Kelima, kemiskinan pada tahun 2002 tercatat 11,62 persen, telah turun menjadi 4,47 persen pada tahun 2018. Keenam, tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2003 sebesar 9,40 persen, telah berhasil ditekan hingga menjadi 3,65 persen pada tahun 2018.

Ketujuh, angka rata-rata lama sekolah pada tahun 2004 adalah 6,47, saat ini menjadi 7,84 tahun. Kedelapan, jumlah rumah sakit pada tahun 2001 baru ada 3 unit, saat ini telah berdiri 10 rumah sakit pemerintah dan 9 rumah sakit swasta.

Kesembilan, angka harapan hidup juga meningkat dari 65,6 pada tahun 2002 menjadi 70,67 pada tahun 2018. Kesepuluh, nilai tangkapan ikan pada tahun 2001 baru 688,6 juta rupiah, meningkat menjadi 8,36 triliun rupiah di tahun 2018. Kesebelas, nilai investasi pada tahun 2001 sebesar 940 milyar meningkat menjadi 3,77 triliun di tahun 2018.

Sementara itu, pada tahun 2019 ini, untuk kedua kalinya Pemprov Babel menerima Predikat/Opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dari Badan Pemeriksa Keuangan RI atas Laporan Keuangan Pemprov Babel tahun anggaran 2018. Hal ini membuktikan bahwa dengan kerjasama dan atas dukungan semua pihak kita bisa mempertahankan predikat tersebut.

Selain capaian pembangunan sebagaimana yang telah dikemukakan, juga ada sejumlah prestasi yang telah diperoleh Pemprov Babel selama tahun 2019 ini.

“Untuk itu, kita semua wajib mensyukuri atas capaian dan penghargaan yang telah kita terima, baik oleh provinsi maupun kabupaten/kota. Akan tetapi, kita tidak boleh terlena dengan capaian dan penghargaan tersebut, karena masih terdapat tantangan yang harus kita hadapi untuk mewujudkan daerah kita sebagai daerah yang sejahtera, provinsi maju yang unggul di bidang inovasi agropolitan dan bahari dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang efisien dan cepat berbasis teknologi, sebagaimana tercantum dalam visi RPJMD 2017-2022,” papar Gubernur.

Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Ke-19 yang juga dihadiri Wakil Gubernur Abdul Fatah, Forkopimda Babel, Anggota DPRD Babel, Anggota Presidium Babel, Pj. Sekda Babel Yulizar, Pimpinan Instansi Vertikal dan Swasta, Kepala OPD di Lingkup Pemprov Babel, Bupati/Walikota Se-Babel, serta tokoh dan organisasi masyarakat itu, diakhiri dengan pemberian Penghargaan kepada Insan Bangka Belitung yang telah berprestasi di Bidangnya.

Salah satu yang menerima Penghargaan adalah Bunda Paud Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi yang memperoleh Penghargaan Apresiasi Bunda Paud Tingkat Nasional tahun 2019 yang diserahkan Ketua Bunda PAUD Nasional yang juga istri Wakil Presiden RI, Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin, di Kartika Expo Center, Balai Kartini Jakarta. 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : babelprov