• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pemuda Pancasila Basel Laporkan PT SNS ke Ditjen Gakkum KLHK

Senin, 04 November 2019 | 18:50 WIB
Sekretaris MPC PP Basel M Rosidi (tengah) didampingi Bendahara Yuspadiar dan Wakil Ketua Devisa Saputra. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Kegiatan yang diduga merusak tanaman hutan bakau (mangrove) oleh PT Swana Nusa Sentosa (SNS) dengan membuka terminal khusus di Desa Penutuk dan Kumbung, Leparpongok dilaporkan MPC Pemuda Pancasila Basel ke Ditjen Gakkum KLHK RI. Pelaporan secara resmi dengan nomor registrasi 191187 itu disampaikan oleh MPC PP Basel pada Selasa (29/10) sekira pukul 11.00 WIB pekan lalu. Di sana, kedatangan mereka disambut Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani.

 

"Kepada Dirjen Gakkum Bang Rasio Ridho kami laporkan beberapa hal. PT SNS telah melakukan banyak pelanggaran," ujar Sekjen MPC PP Basel M Rosidi didampingi Bendahara  Yuspadiar dan Wakil Ketua Devisa Saputra, Senin (4/11).

Pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan disampaikan disertai bukti berupa foto. Seperti pelanggaran lingkungan hidup yang diduga merusak hutan bakau dan pembuatan telsus lengkap dengan titik koordinat. "Perusahaan kami anggap telah melakukan pelanggaran kejahatan lingkungan. Mungkin secepatnya pihak KLHK akan turun kroscek kebenaran tentang laporan yang telah kami sampaikan," timpal Bendahara Yuspadiar.

Sebelum turun ke lapangan dalam waktu dekat, Ditjen Gakkum KLHK akan mempelajari terlebih dahulu berkas laporan yang telah disampaikan, diverifikasi dan menyimpulkan pidana apa yang akan dikenakan ke PT SNS. "Mereka menerima kedatangan dan laporan kami dengan sangat baik. Laporan itu akan diverifikasi dulu, cek titik koordinat dan menganalisisnya sehingga tidak tumpang tindih dengan laporan kawan-kawan ke Polres Basel," tambah dia.

Sekadar diketahui, diungkapkan Wakil Ketua MPC PP Basel Devisa Saputra laporan yang dibuat ke Ditjen Gakkum KLHK merupakan tindaklanjut dari keluhan warga dan beberapa karyawan PT SNS. "Kenapa persoalan ini harus diselesaikan ke jalur hukum, karena kami memantau dan melihat potensi terjadi konflik antara karyawan dengan perusahaan, perusahaan dengan warga  sangatlah besar. Sehingga kami tidak mau ini terjadi," ungkapnya.

Laporan langsung ke Ditjen Gakkum KLHK bukan berarti tidak percaya akan penegak hukum di Provinsi Babel maupun Basel. Karena laporan ke Polres Basel juga telah disampaikan meski bukan dibuat oleh MPC PP. "Kita juga sempat ditanya, apakah kasus hukum PT SNS ini sudah dilaporkan ke Polres Basel, kami jawab sudah. Polres cukup respon laporan dari pihak lain itu, pendapat dari KLHK kalau sudah, silahkan, jangan sampai tumpang tindih," Rosidi menambahkan.

Meski begitu, Ditjen Gakkum KLHK siap membantu Polres Basel dalam menangani perkara tersebut dengan mempersiapkan data pelanggaran apa yang harus dikenakan. Dan mereka siap bersinergi dengan Polres Basel. "Sebelum ke Jakarta, kami juga sudah berkoordinasi dulu dengan Polres Basel. Kami kirim tembusan ke Kasat Intel, intinya sangat menghormati dan menghargai juga aparat kepolisian. Kami tetap percaya dengan Polres," jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com