• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Massa Demo Minta Bupati Bangka Cabut Izin PT SAML

Senin, 04 November 2019 | 19:50 WIB
Aksi demo masyarakat Mendobarat menolak PT SAML di kantor Bupati Bangka, Senin (4/11). Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Senin (4/11/2019) disibukan oleh sejumlah aksi damai. Jika sebelumnya aksi penolakan Kapal Isap Produksi di Kelurahan Matras, kali ini Pemkab Bangka disibukan oleh tuntutan ratusan masyarakat Desa Mendobarat.

Kedatangan mereka sendiri karena ketidakpuasan masyarakat tentang keputusan Pemkab Bangka menyerahkan lahan kepada perusahaan sawit, PT SAML pada 17 Agustus 2018 lalu.

Orator Demo Ibnu Kordum mengatakan, masyarakat merasa dizolimi karena tidak bisa lagi mencari hidup di hutan yang saat ini sudah di plot oleh PT SAML. "Hadirnya kami murni dan tidak ditunggangi. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah desa Mendobarat sampai saat ini juga merugikan masyarakat karena pada saat sosialisasi hanya segelintir yang diajak, sehingga masyarakat menuntut agar Bupati Bangka mencabut izin plot PT SAML," tegasnya.

Tak lama kemudian akhirnya perwakilan massa pun atas permintaan Wakil Bupati (Wabup), Syahbudin diminta untuk berdialog bersama. Alasan Syahbudin sendiri, dengan berdialog dengan perwakilan massa, nantinya agar dapat lebih terperinci keinginan warga.

Bertempat di OR Bina Praja, Jamius Koordinator lapangan (Korlap) aksi dalam kesempatan tersebut sempat memberikan apresiasinya kepada Wabup Bangka beserta jajaran yang telah menerima perwakilan massa untuk melakukan audiensi. "Sebelumnya masyarakat sudah melakukan pertemuan dengan wabup dan aksi hari ini juga masih sama tuntutanya yakni meminta Pemda untuk mencabut ijin PT SAML," ucapnya.

Menurutnya warga menanyakan terkait sosialisasi antara PT SAML, pemdes dengan masyarakat pada hari Selasa, 3 September 2019 yang dilakukan hanya segelintir masyarakat Desa Mendo dan dilakukan tidak dengan terbuka. "Itulah sehingga gejolak masyarakat timbul dan mencurigai pemdes (pemerintah desa) tidak transparan," lanjutnya.

Senada dengan Jamius, Suhandri warga Mendo dikesempatan itu meminta agar Bupati Bangka, Mulkan mencabut izin PT SAML.

Tidak hanya itu, Bupati dan Wakil Bupati Bangka, dikatakannya, juga dapat mengeluarkan surat pernyataan tertulis agar aktifitas PT SAML berhenti. "Pak Bupati juga bisa keluarkan pernyataan tertulis, agar aktifitasnya dapat dihentikan," cetusnya.

Lebih lanjut, Wabup Bangka, Syahbudin, dalam paparannya menyampaikan, ia akan mendukung penuh masyarakat Mendo, namun tidak akan melakukan tandatangan petisi yang diminta masyarakat sebelum ada kejelasan penuh.

Pemkab akan mencari solusi dengan memanggil PT SAML dan oknum investor yang sudah memplot lahan seluas 400 hektar di lokasi yang sama. "Petisi yang disampaikan oleh masyarakat akan diterima. Namun tidak akan ditandatangani surat pernyataan untuk menghentikan ijin lokasi  PT SAML," ungkap Wabup.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com