• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Didesak Mundur Sebagai Lurah, Ridwan Sebut Salah Alamat

Senin, 04 November 2019 | 20:48 WIB
Demo penolakan KIP di Kelurahan Matras.
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Desakan mundur oleh warga pada aksi penolakan Kapal Isap Produksi (KIP), Senin (4/11/2019) di Kantor Lurah Matras, dinilai Ridwan salah alamat.

"Salah alamat mereka, ini bukan ranahnya kelurahan. Pihak kelurahan hanya bertugas untuk menengahi kalau ada pro kontra seperti ini. Bukan masalah perizinan," cetus Ridwan.

Ridwan membenarkan adanya pergerakan massa yang menolak pengoperasian KIP di daerah mereka. Ridwan sendiri, akan secepatnya merespon dan menyikapi aspirasi warga serta menampungnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini mengungkapkan, dalam aksi damai itu, terdapat juga teriakan massa yang menginginkannya untuk mundur.

Sebelumnya, sempat ada informasi yang menyebutkan dirinya pro dengan masuknya KIP. Akan tetapi, Ridwan meluruskan hal terkait dan menyatakan bahwa ia hanya perpanjangan tangan Bupati Bangka yang kapasitasnya menjalankan fungsi pengawasan. "Akhirnya kita sudah ketemu. Mereka belum tahu atas izin penambangan yang ada di provinsi," tuturnya.

Ridwan juga meminta warga yang menolak kapal isap untuk menuliskan surat maupun dalam bentuk petisi penolakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung. Hal itu dikarenakan, pemerintah provinsi sebagai pihak yang berwenang untuk masalah pertambangan.

"Silahkan buat surat yang ditujukan ke pemprov. Karena pemprov lah yang berwenang masalah pertambangan," katanya.
"Dari penambangan ini ada pro dan kontra, kita harus objektif menilainya dan kita di kelurahan menampung aspirasi teman-teman.
Kita apresiasi kepada teman-teman yang menyampaikan aspirasi hari ini mereka menyampaikan dengan damai," pungkas Ridwan.

Kholid, salah satu pemuda Matras menyampaikan, warga meminta pihak Kelurahan Matras untuk ikut tidak menyetujui apabila KIP masuk dan beroperasi di perairan Matras.

Sebelumnya, beberapa warga juga diketahui sebelumnya dimintai untuk mengumpulkan kartu keluarga (KK) oleh oknum yang menyatakan bahwa warga yang telah mengumpulkan KK tersebut menyetujui operasi KIP.

Ia melanjutkan, warga yang sudah melakukan pengumpulan KK lalu disebutkan sebagai warga sudah setuju KIP bukan semata-mata mewakili warga lainnya unruk menyetujui Hal itu. "Warga yang datang berdemo ini tanpa embel-embel membawa kepentingan pihak tertentu," tegasnya.

"Yang ada hari ini, semua pemuda Matras, mana buktinya kalau ada yang setuju, itu bohong. Kita bersama-sama di sini menolak tambang laut itu," lanjut Kholid.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com