• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ingin Ciptakan Bibit Sapi Berkualitas, Pemkab Bangka Kunker ke Cipelang Bogor

Jumat, 18 Oktober 2019 | 18:46 WIB
Wabup Bangka, Syahbudin saat berada di Peternakan Sapi. Foto : Rama/klikbabel
Loading...

Klikbabel.com, Bogor - Kunjungan Kerja (Kunker) dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka ke Balai Embrio Ternak Cipelang Bogor. Kunker sendiri dilakukan guna mencari informasi serta menjadi pembelajaran terkait pengembangan ternak sapi sebagai salah satu upaya menciptakan bibit sapi yang berkualitas dan unggul.

Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin mengatakan, Pemkab Bangka sengaja berkeinginan datang ke Cipelang, Bogor ini, untuk belajar langsung cara pengembangan ternak sapi potong.

"Kami sengaja datang. Ingin belajar, karena pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian dalam meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat," jelasnya, Jumat (18/11/2019).

Tak hanya meningkatkan ketahanan pangan, bahkan hal ini juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama terpenuhinya kebutuhan protein hewani dari ternak sapi potong tersebut.

Ia melanjutkan, kunjungan ini dilakukan, karena pentingnya informasi bagi masyarakat di Bangka yang mulai menggemari memelihara ternak sapi, apalagi besarnya potensi perkebunan kelapa sawit menjadi modal potensial untuk diintegrasikan dengan usaha peternakan daerah.

"Kita (pemkab) sudah memiliki program sistem integrasi perkebunan kelapa sawit dan sapi (Siskasi) yang dilaksanakan sejak tahun 2015 lalu, yang mana populasi sapi meningkat sebanyak 43 persen dengan adanya Siskasi ini," ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Bangka saat ini masih dalam tahap penumbuhan, yakni para peternak masih dalam fase pembelajaran, sehingga populasi sapi masih dianggap sedikit.

Selain itu, populasi ternak sapi di Kabupaten Bangka masih belum bisa memenuhi kebutuhan lokal, sehingga untuk pemenuhan kebutuhan masih didatangkan dari luar daerah. Hal itu pun menunjukkan potensi pasar yang cukup terbuka dengan melihat dari ketersediaan lahan hijau dan perkebunan sawit daerah.

Sementara itu, sekarang ini Kabupaten Bangka merupakan salah satu daerah yang mendapat program sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab). "Kita juga mempunyai program penanganan gangguan reproduksi dari Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner Lampung tahun 2019. Di Kabupaten Bangka saat ini memiliki satu orang medik veteriner, dua orang pengawas ternak (wasbitnak), satu orang pengawas mutu pakan (wastukan) dan empat orang inseminator," kata Syahbudin.

Untuk itu, diharapkan dari kunker ini dapat menjalin kerjasama guna mewujudkan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. "Ini untuk meningkatkan serta juga melalui peningkatan SDM pertanian dan populasi peternakan sapi," tuturnya.

drh Oloan Parlindungan Lubis, Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang, menerangkan, UPT Pelaksana Teknis Peternakan yang dipimpinnya ini memproduksi embrio, melakukan pengembangan dan distribusi embrio ternak dengan sistem bio teknologi.

Teknologi ini dilakukan dengan cara memasukkan embrio ke dalam rahim sapi betina, embrio transfer ini seperti bayi tabung yang dilakukan manusia. "Kita juga ada kok produksi embrio langsung seperti biasanya secara alami, perkawinan alami mereka (sapi)," ucap Oloan.

Oloan menambahkan, Balai Embrio Ternak sapi yang dipimpinnya ini sudah menerima ISO 9001 : 2015, ISO 14001 : 2015 dan ISO 37001 : 2016, yang mana balai embrio menghasilkan 800 - 900 embrio pertahun.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com