• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Dagang Belacan Tak Seperti Dulu, Melly Berharap Banyak dengan Pemda

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:19 WIB
Meli, pedagang terasi di Toboali, Bangka Selatan. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Meski saat ini roda perekonomian masyarakat di Bangka Belitung tengah lesu karena anjloknya harga komoditi andalan seperti lada, karet dan sawit. Namun tak membuat Melly untuk terus menjajakan terasi di toko UKM miliknya.

Ya, pemilik UKM Poklahsar Mentari Terasi Melly di Toboali ini tetap menekuni usaha yang telah dirintisnya sejak 19 tahun lalu itu. Alasannya untuk tetap memproduksi terasi karena omset yang didapat tetap stabil.

"Sepi sekarang. Beda seperti dulu, omset tinggi terus sampai 5 juta ke atas per bulannya. Sekarang hanya 1 juta per bulan, tapi itu stabil. Kalau pembeli, banyak dari luar. Ada dari Pangkalpinang, Muntok dan ada yang dari Palembang," ujar Melly, Sabtu (12/9).

Diakui Melly, pendapatan paling tinggi yang didapat dari menjual bumbu masak atau dikenal dengan belacan ini saat memasuki lebaran. Omzet yang didapat bisa tembus Rp 3 juta lebih. Selebihnya, omzet paling Rp 1 juta per bulannya.

"Saya jual terasi ini paling tinggi 80 ribu per kilo. Itu belacan yang nomor satu, untuk yang nomor dua 60 ribu dan ketiga 40 ribu. Kalau sedang musim banyak udang rebon, harganya bisa turun," ujar ibu lima anak ini.

Bila dibiarkan berada di ruang terbuka, belacan yang dia jajakan tersebut bisa awet hingga 3 bulan lamanya. Apalagi disimpan di dalam kulkas, keawetannya bisa mencapai 6 bulan meski tanpa pengawet buatan.

"Tahan lama ini, bisa 3 bulan kalau dalam etalase. Kalau dalam kulkas bisa sampai 6 bulan. Tapi ini tidak pakai bahan pengawet, saya buat belacan ini paling pakai pewarna, itupun permintaan dari pembeli," sebut Melly.

Diharapkan, pemerintah kabupaten lebih memperhatikan kesejahteraan para pelaku UKM sepertinya. Mungkin dengan memberikan bantuan modal atau dilibatkan dalam acara pameran sehingga bisa menampilkan produk mereka di sana.

"Saya pernah dapat bantuan mesin penggiling udang, dari dinas. Cuma untuk lebih meningkatkan kesejahteraan, tolong perhatikan kami. Bantuan modal, atau diajak ke acara pameran, karena pada TCOF kemarin, kami tidak diajak," jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com