• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PT Timah Adopsi Human Right Sejak 95

Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:31 WIB
FGD komitmen PT Timah pada penghormatan Hak Asasi Manusia di Hotel Grand Hatika Tanjungpandan, Jumat (11/10). Foto : Hairul/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Tanjungpandan - Mantan Ketua Komisioner Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Nur Kholis,SH,MA mengapresiasi PT Timah yang ingin menjadi pejuang HAM.

Menurut Nur Kholis, secara tidak langsung sejak PT Timah menjadi BUMN yang go publik sejak tahun 1995, maka secara tidak langsung sudah membawa nilai-nilai esensi daripada HAM. "Jadi sebenarnya PT Timah sudah mengadopsi human right sejak tahun 1995. Sejak go publik," papar Nur Kholis dalam focus group discussion pelaksanaan prinsip bisnis dan HAM dan komitmen PT Timah pada penghormatan HAM, Jumat (11/10/2019).

Menurut dia, apa yang diinginkan oleh PT Timah sangat mulia dan harus didukung oleh semua pihak. "Mereka tidak mempekerjakan anak dibawah 19 tahun, tidak membedakan gender dan lainnya. Itu merupakan penghormatan terhadap hak asasi," jelasnya.

General Manager PT Timah Belitung Ahmad Syamhadi mengamini jika PT Timah sudah menjadi perusahaan publik sejak tahun 1995. Dengan komitmen tersebut, maka PT Timah menerapkan prinsip transparansi yang harus dilaporkan ke bursa.

"Subjek dan objek pelaku timah adalah manusia. Dan kita komitmen tentang isu-isu HAM," ucapnya.

Tidak hanya larangan mempekerjakan anak kata Syam, mitra PT Timah pun diminta menerapkan hal yang sama. "Minimal 19 tahun tidak boleh bekerja di PT Timah. Termasuk yang bekerja praktek," tambahnya.

Dari sisi masyarakat masih menurut Syam, PT Timah ada undang-undang yang mengatur dan peraturan program bina lingkungan.

Masih menurut Syam, beberapa waktu lalu asosiasi konsumen timah seperti apple dan lainnya juga sempat berkunjung dan mengecek langsung proses timah. Kesimpulan mereka menurut Syam, tidak ada pencemaran lingkungan berat dan lainnya.

"Kalau ini terjadi, mereka bisa sepakat tidak beli timah. Ini terjadi di komoditi lain," tutupnya.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com