• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Bateng Segera Punya Rumah Singgah Orang Terlantar

Jumat, 11 Oktober 2019 | 04:46 WIB
Kepala DisosPmd Bateng Rizaldi Adhari. Foto : Roni/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Koba - Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) mengajukan Rumah Singgah Orang Terlantar tahun 2020. Kepala DisosPmd Bateng Rizaldi Adhari mengatakan, Rumah Singgah dimanfaatkan sebagai sarana rehabilitasi sementara orang-orang terlantar yang ada di Kabupaten Bateng.

"Sebelum dipulangkan ke tempat asalnya, orang terlantar kita rawat terlebih dahulu di rumah singgah tersebut," kata Rizaldi kepada klikbabel.com, Kamis (10/10). Menurut Rizaldi, selama ini tempat penampungan orang terlantar masih di Kantor DisosPmd.

Tempat yang ada masih terbatas, perlu tempat yang memiliki ruang khusus sebagai ruang konseling, pengobatan hingga ruang beristirahat yang layak. "Di Rumah Singgah nanti juga harus ada tenaga medis, petugas catatan sipil hingga pekerja sosial masyarakat," katanya sembari menyebut pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait ini.

"Karena Rumah Singgah juga menjadi tempat pelayanan terpadu bagi mereka yang terlantar," tambahnya. Melihat pentingnya hal ini, iapun berharap tahun 2020 terealisasi pinjam pakai salah satu rumah di komplek perumahan eks PT Koba Tin. "Harapan kami mudah-mudahan segera terealisasi," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Rehlinjamsos DisosPmd Bateng, Suhimin menambahkan bahwa sepanjang tahun 2019 sudah 6 orang terlantar di antar pulang pihaknya ke daerah asal masing-masing. "Mereka berasal dari 6 daerah, yakni Lampung, Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Padang Sumatera Barat hingga Toboali Bangka Selatan," ungkap Suhimin.

Menurut Suhimin, proses pemulangan ke daerah asal tidak serta merta langsung dilakukan. Pihaknya harus berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Daerah asal, memastikan alamat keluarga mereka di faerah asal. "Kita tanya dulu, masih ada atau tidak keluarganya disana," ungkap Suhimin. Setelah dipastikan ada, pihaknya juga mengajak berobat seandainya yang bersangkutan sakit. Lalu memberikan pakaian sepantasnya, setelah mereka terlantar selama ini tidak bersalin pakaian.

"Setelah dirasa waktunya sudah tepat, baru kita antar ke tempat asal hingga bertemu keluarganya di sana," kata Suhimin. Terkait masalah 6 orang terlantar ini, lanjut Suhimin memiliki beragam masalah.

Pertama, mereka datang ke Bateng guna mencari temannya lalu ingin bekerja. Karena sakit-sakitan, akhirnya numpang di pondok kebun orang sambil jaga kebun namun tidak terurus. "Ada lagi mencari suami atau Istrinya di Bateng, ternyata sudah nikah lagi kemudian sana sini bekerja sakit jadi terlantar. Ada kasus suami membunuh orang lalu cerai, di Bateng tidak ada keluarga kemudian terlantar hingga numpang ke pondok-pondok kebun orang bersama anak-anaknya," katanya.

Kemudian kata Suhimin, ada lagi kasus diimingi kerja, ternyata datang ke Bateng tidak bekerja sesuai janji hingga tidak mendapatkan uang lalu terlantar. "Parahnya, semua orang yang terlibat mentelantarkan orang luar ini tidak bertanggung jawab, tidak bisa di hubungi untuk minta pertanggung jawabannya," ulas Suhimin.

Melihat kasus yang hampir sama seperti ini, Suhimin mengimbau kepada warga luar Bateng yang ingin merantau ke Bateng untuk berfikir lalu memastikan pekerjaan apa yang bakal dilakukan dan bertanya kepada orang lain yang sudah pernah ke Bangka Tengah atau Bangka Belitung. "Jangan mau di iming-imingi pekerjaan tidak pasti. Kalian terlantar, yang susah diri sendiri dan keluarga," imbaunya.

Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com