• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tulang Belulang di Pantai Desa Batu Beriga Divisum

Senin, 07 Oktober 2019 | 15:13 WIB
Loading...
Klikbabel.com, Koba - Hasil Visum luar pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Tengah (Bateng) pastikan tulang belulang di Pantai Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar merupakan tulang manusia.
 
"Hasil visum luar sudah keluar, nanti akan kami serahkan secara resmi ke Polres Bateng," kata Kasi Pelayanan RSUD Bateng, dr. Zulkandi, Senin (7/10).
 
Dari hasil visum luar, kata dr. Zulkandi hanya sebatas memastikan tulang yang ditemukan itu milik manusia atau binatang. Selanjutnya, untuk jenis kelamin, penyebab kematian perlu di tangani lebih lanjut melalui visum dalam oleh Dokter Forensik.
 
"Visum luar, kita pastikan itu tulang milik manusia. Laku Visum dalamnya nanti dilakukam oleh Dokter Forensik. Kami tidak bisa memastikan penyebab kematian dan jenis kelaminnya apa," ungkapnya.
 
Saat di singgung lama kematian, dr Zulkandi memperkirakan lebih dari tiga hari. 
 
"Kematian nya diperkirakan lebih dari tiga hari," ungkapnya.
 
dr Zulkandi menjelaskan jasad berbentuk tulang manusia yang meninggal dunia di daratan dengan lautan berbeda. Jika mayat meninggal di lautan, biasanya lebih awet karena ada proses penggaraman dan hanya terjadi pembengkakan jika meninggalnya baru tiga hari.
 
"Nah, beda kalau manusia meninggalnya di daratan, biasanya 3 hari jasad sudah hancur dan membusuk tanpa ada bekas kulit," ungkap dr Zulkandi sembari menyebut bahwa mayat yang meninggal di Pantai Desa Batu Beriga itu diprediksikan meninggalnya lebih dari tiga hari, ada proses penggaraman.
 
Terkait beberapa bagian tulang tidak utuh, dr Zulkandi tidak bisa memastikan apakah karena ada proses mutilasi atau tercecer saat di bawa ombak dari lautan ke daratan Pantai Desa Batu Beriga, Minggu (6/10).
 
"Kita tidak bisa pastikan penyebab hilangnya bagian kerangka lainnya seperti apa. Memang kondisi saat kita visum luar, kaki bagian bawah, kedua tangan dan kepala sudah tidak ada lagi," ulasnya.
 
Lanjutnya, bisa saja di mengantam terumbu karang, atau di makan binatang laut sehingga tercecer.
 
"Kembali lagi, penyebab kematian nanti di jelaskan setelah hasil visum dalam oleh ahlinya Dokter Forensik," ungkapnya.
 
Jenazah berbentuk tulanhlg yang ada di RSUD Bateng, kata dr Zulkandi akan di bawa pihak Kepolisian guna pelaksanaan Visum Dalam lebih lanjut.
 
"Nanti akan di periksa lagi. Teman-teman konfirmasi lagi ke pihak Kepolisian secara resmi," pungkasnya.
Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com