• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kapolres Bateng dan Kades Nibung Tindak tegas Penambang Membandel

Jumat, 04 Oktober 2019 | 17:22 WIB
Kapolres Bangka Tengah (Bateng), AKBP Slamet Ady Purnomo S.IK, SH MH (Roni/Klikbabel.com)
Loading...
Klikbabel.com, Koba -  Kapolres Bangka Tengah (Bateng), AKBP Slamet Ady Purnomo S.IK, SH MH bersama Kades Nibung, Roni Fahrizal tindak tegas penertibkan Tambang Inkonveksional (TI) yang merusak fasilitas umum.
 
Tindakan tegas terakhir dilakukan, pendekatan utama dijalankan menyikapi penambangan timah yang mengancam terjadinya kerusakan fasilitas umum. Seperti yang terjadi di sepanjang Sungai Nibung, Sungai Berok dan Lokasi Marbuk sekitarnya di Kota Koba.
 
Fasilitas umum terancam rusak antara lain tidak beraturannya alur sungai, terjadinya pendangkalan pada sungai hingga menyebabkan terjadinya banjir di Kota Koba.
 
Sosialisasi ke penambang di lokasi tambang sudah dilakukan pihak Polres Bateng, Polsek Koba, Koramil Koba, Kecamatan Koba, Kelurahan Berok dan Desa Nibung. Baru-baru ini Tim gabunganpun memasang plang larangan menambang di Lokasi yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum hingga banjir, antara lain di Marbuk serta alur sungai Nibung dan Berok Kota Koba sekitarnya.
 
Tidak di pungkiri, kendati sudah menerima sosialisasi dari tim gabungan, beberapa oknum penambang tetap nekat menambang timah di lokasi yang terlarang tersebut.
 
Menyikapi hal ini, Kapolres Bateng bersama Kades Nibung sepakat melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh Agama dan tokoh Pemuda di Kota Koba. 
 
"Dari laporan anggota kita dilapangan, sebagian oknum penambang main kucing-kucingan menambang di malam hari untuk lokasi yang sudah di larang tersebut," kata AKBP Slamet Ady Purnomo kepada Awak media, Jum'at (4/10).
 
AKBP Slamet mengaku saat ini pihaknya terus melakukan pendekatan ke para tokoh masyarakat, agama dan pemuda di Kota Koba bersama instansi Pemerintah Kabupaten Bateng. Hal ini dilakukan, mengingat penambang juga masyarakat yang harus di ayomi.
 
"Kita lakukan pendekatan mendalam dulu yang paling utama. Penindakannya nanti kita lakukan setelah berulang kali di kasih himbauan ke beberapa oknum penambang yang masih berani tersebut," ungkapnya.
 
Menurutnya, sekarang pihaknya sudah bergerak melakukan pendekatan, tinggal menunggu hasilnya seperti apa. 
 
"Kita lihat reaksinya di lapangan seperti apa dalam waktu dekat. Baru kita lakukan tindakan lainnya kedepan, jika cara pendekatan tidak digubris," pungkasnya.
 
Terpisah, Kades Nibung Roni Pahrizal sepakat melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda terkait penambangan di area terlarang Sungai Nibung.
 
"Selama ini sudah kita lakukan bersama pihak Kepolisian, memang masih ada yang tidak mengubris," ungkapnya.
 
Roni juga setuju jika sudah di himbau masih membadel untuk di tindak tegas. 
 
"Kalau masih membandel, tidak apa-apa tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," ungkapnya.
 
Roni juga memahami bahwa mereka nekat menambang karena ingin mencari nafkah. Namun, jika telah dilarang berulang-ulang, alangkah baiknya mencari nafkahnya di tempat yang tidak merusak fasilitas umum.
 
"Ya, kita semua tahu bahwa masyarakat menambang timah ini mencari nafkah untuk makan. Kami tidak melarang warga cari nafkah dengan cara apapun. Namun, jika ada fasilitas umum yang rusak atau megancam keselamatan jiwa masyarakat lainnya, alangkah baiknya cari lokasi menambang yang lain," ulasnya.
 
Pada kesempatan ini Roni mengapresiasi langkah yang dilakukan Kapolres Bateng terhadap penambang yang membandel. Pendekatan di utamakan, para tokoh agama, masyarakat dan Pemuda juga di rangkul untuk berpartisipasi mengingatkan penambang yang membandel.
 
"Kamipun siap bermasa Polres Bateng melakukan upaya pendekatan maupun penindakan terhadap mereka yang melanggar aturan," pungkasnya.
Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com