• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


HIKMAH DIBALIK ISTISQA’

Jumat, 27 September 2019 | 09:44 WIB
Surya, Guru SD 14 Parittiga Bangka Barat.
Loading...

Allahumma shayyiban nafi’an, semoga Allah SWT turunkan hujan yang penuh dengan manfaat. Bait doa ketika hujan turun yang harus diucapkan oleh muslim. Tepat pada siang hari Senin, tanggal 23 September 2019, Kota Muntok dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Tidak terkecuali juga beberapa daerah di Bangka Barat dan Bangka Belitung secara umum.

Setelah kurang lebih hampir empat bulan dilanda kemarau, akhirnya hujan turun. Tepatnya setelah tiga hari masyarakat Muntok berbondong-bondong melaksanakan shalat istisqa’ di Gelora Muntok (Jum’at, 20 September 2019), shalat memohon agar diturunkan-Nya hujan. Ini merupakan nikmat yang luar biasa yang tiada terkira. Buah daripada istisqa’ yang telah ditunaikan. Hikmat dianjurkannya untuk melaksanakan shalat memohon agar hujan diturunkan oleh Allah SWT. 

Dibalik sesuatu yang telah diperintahkan oleh-Nya, pasti ada hikmat yang belum kita pahami seara sempurna. Itulah sifat manusia, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Setidaknya dengan kejadian ini memberikan pelajaran tersendiri, bahwa begitu banyaknya hikmah sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah kepada umat Islam. Segala sesuatu itu memiliki makna yang tidak ternilai harganya. Oleh karena banyak-banyaklah kita bersyukur kepada-Nya. Sejatinya, shalat istisqa’ merupakan ibadah ritual yang mengajarkan pentingnya berdoa, memohon pertolongan, dan meminta perlindungan kepada Allah SWT. Kita diingatkan untuk bersandar dan menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah sebagai penguasa alam semesta. 

Shalat istisqa’ merupakan salah satu upaya (usaha) spiritual untuk mendapatkan “siraman air” dari langit. Shalat istisqa’ juga untuk menjauhkan kita dari sifat sombong dan putus asa (Muhbib Abdul Wahab, 2012).

Hujan merupakan salah satu karunia dan nikmat yang diberikan oleh Allah subhanallahu wata’ala. Namun situasi hujan yang terkadang membuat lingkungan sekitar terlihat gelap dan diiringi dengan petir, angin, dan kilat, membuat hujan menjadi salah satu sumber kegelisahan tersendiri bagi makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.

Maka banyak manusia cenderung mengeluh saat musim hujan datang.
Padahal hujan merupakan salah satu sumber kehidupan, yang mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi makhluk hidup yang ada di bumi. Seluruh makhluk hidup di bumi memerlukan air untuk bisa mempertahankan hidupnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk bersyukur adanya hujan melalui doa, sebagaimana diawal tulisan ini telah penulis tuliskan.

Selain itu, ada anjuran untuk berdoa ketika hujan tersebut turunnya terlalu lebat, sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW; Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari. Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami dan bukan membuat bahaya kepada kami. Ya Allah turunkanlah hujan di daerah dataran tinggi, gunung, bukit, perut lembah dan tempat pohon tumbuh (HR. Bukhari dan Muslim). 

Hikmah di balik istisqa’

Setidaknya, ada lima hikmah yang dapat petik dari peristiwa ini, sebagaimana dirangkum penulis dari tulisan Muhbib Abdul Wahab. 

Pertama, istisqa’ merupakan bentuk mengikuti dengan penuh kesadaran hati akan sunah Nabi SAW. Melalui shalat istisqa, kita diajarkan untuk memohon langsung hanya kepada Allah SWT.

Kedua, istisqa’ merupakan realisasi pembuktian iman terhadap kemahabesaran dan kemurahan Allah SWT melalui doa. Dari ini, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 186, bahwa kita dididik untuk meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT itu mendengar keluh kesah dan kesulitan manusia.

Ketiga, istisqa’ mendidik kita semua untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT, beristighfar atas segala dosa, sekaligus bertawakal kepada-Nya setelah mengoptimalkan usaha. Dengan mengharapkan kemurahan dan kemahakuasaan Allah dalam menurunkan hujan. 

Keempat, istisqa’ mendidik kita untuk bersabar dan tidak mudah berputus asa.

Kelima, istisqa’ juga merupakan pembuka pintu rahmat dari Allah SWT. Rahmat berupa air hujan yang kita mohonkan itu bukan hanya untuk keperluan hidup manusia, melainkan juga untuk binatang dan makhluk lainnya.

“Ya Allah, siramlah (turunkan hujan) untuk hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang-Mu, tebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati ini (akibat kekeringan).” Inilah doa Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dan Abu Daud.

 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com