• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


KPU Basel Kurangi Sosialisasi Jika Anggaran.....

Kamis, 12 September 2019 | 12:58 WIB
Ketua KPU Basel Amri. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengajukan anggaran Pilkada serentak 2020 sebesar Rp 20 miliar lebih kepada pemerintah kabupaten. Namun, hingga saat ini mereka tak kunjung dipanggil oleh TAPD.

"Kita ajukan 20 miliar lebih untuk anggaran Pilkada 2020. Tapi sampai saat ini kami belum dipanggil TAPD, kabarnya dari ajuan itu dikurangi sebesar 2 miliar sehingga menjadi 18 miliar," ujar Ketua KPU Basel Amri, Kamis (12/9).

Data akurat, anggaran yang digunakan pada Pilkada tahun 2015 lalu hanya sebesar Rp 13.620.758.740. Sedangkan diajukan untuk Pilkada 2020 mencapai Rp 20.493.720.000 sehingga terdapat selisih peningkatan sebesar Rp 7,17 miliar.

"Selaku penyelenggara, kami siap menyelenggarakan walaupun dikurangi anggaran dari ajuan 20 miliar itu. Paling anggaran tertentu, seperti sosialisasi akan kita kurangi. Katanya dikurangi jadi 18 miliar disamakan dengan Pilkada Bateng," tambah dia.

Hanya saja, Amri khawatir bilamana honor untuk Tim Adhock, petugas PPK, KPPS, PPS mengalami penambahan. Karena KPU Basel menyesuaikan honor sesuai yang digunakan Pemilu terakhir sebelum adanya Permendagri atau PKPU tentang anggaran yang baru diterbitkan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Basel Samsir menyebutkan KPU dan Bawaslu sudah membuat proposal dana Pilkada tahun 2020 yang telah disampaikan ke Bakuda. Dalam rencana pengajuan, KPU mengajukan dana sebesar Rp 20.493.720.000 dan Bawaslu Rp 8.004.272.983.

"Dan jika kita bandingkan dengan dana Pilkada 2015, dana pilkada yang diajukan oleh KPU dan Bawaslu ada kenaikan yang signifikan. Untuk KPU naik 7,17 Miliar dari Rp 13.620.758.740,00 dan Bawaslu ada kenaikan 5,5 miliar dari 2,5 miliar ke 8 miliar," ujarnya.

Maka dari itu, Tim Banggar DPRD Basel akan menelisik dan menganalisa lebih jauh dalam rapat badan anggaran apakah kenaikan yang cukup signifikan tersebut realistis terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi sekarang.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com