• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Target Bateng Jadi Daerah Swasembada Sapi

Senin, 09 September 2019 | 19:26 WIB
Bupati Bateng Ibnu Saleh menyerahkan bantuan sapi ke kelompok petani. Foto : Roni/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Lubukbesar - Bupati Bangka Tengah (Bateng), H Ibnu Saleh menyerahkan 5 ekor sapi kepada Kelompok Tani (Koptan) Setia Menanti Desa Kulur Ilir Kecamatan Lubuk Besar.

5 ekor sapi yang diserahkan merupakan program CSR PT Koba Tin diterima langsung oleh Ketua Kopta Setia Menanti, Eko di kebunnya Desa Kulur ilir, Senin (9/9).

Didampingi Kepala Dinas Pangan Bateng, Tim CSR PT Kobatin, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Bateng, Kepala Bagian Perekonomian setda Bateng, Camat Lubuk Besar, Kepala Desa kulur Ilir dan penyuluh pertanian dan peternakan, Bupati Ibnu berdialog dengan Anggota Koptan Setia Menanti dan warga Desa Kulur Ilir.

Bupati Ibnu mengatakan, dari awal tahun 2019 hingga saat ini sudah 25 ekor sapi yang telah diterima Koptan se Bateng. Ini membantu dan meningkatkan kesejahteraan petani maupun peternak.

"Kami senang adanya kegiatan CSR PT Koba Tin ini, karena dapat membantu para peternak mengembangbiakan ternak sapinya. Semakin banyak populasi sapi yang dikembangbiakan, semakin sejahtera pula kehidupan petani dan peternak kita," kata Bupati Ibnu dalam sambutannya.

Bupati Ibnu juga berpesan kepada peternak dan petani agar berpartisipasi menambah populasi sapi di Bateng. Bateng harus menjadi daerah swasembada daging.

"Kita berharap kebutuhan daging sapi untuk masyarakat Bateng semua terpenuhi dari populasi sapi di Bateng itu sendiri, bukan dari luar Bateng," harapnya.

Guna mencapai peningkatan populasi Sapi di Bateng, Bupati Ibnu juga akan memberikan bantuan Trezer (mesin pencacah) dengan campuran teknologi Ma11.

"Mesin trezer dengan teknologi Ma 11 ini sangat membantu dalam memberi keuntungan bagi Koptan lebih banyak lagi. Dalam 1 hari cukup mengeluarkan biaya Rp 3.500 dengan perhitungan 1 liter ma11 seharga Rp.50 ribu bisa untuk di gunakan selama 30 hari di campurkan ke pakan ternak yang telah di cacah," ungkapnya sembari menyebut biaya Cost Rp.50/Bulan tersebut untuk campuran pakan sebanyak 15 ekor sapi.

Ibnu menegaskan Koptan Setia Menanti menjadi prioritas yang mendapatkan bantuan Trezer ini.

“Saya akan kembangkan memberi pangan sapi dengan menggunakan mesin trezer dan ma11. Pada tahun 2020, Insya Allah kita akan membagikan mesin trezer ini 1 mesin per desa dengan harapan Petani kita sejahtera,” ujarnya.

Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com