• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ibu-ibu Main Judi Sambil Susui Anak Jadi PR Besar Polres Basel, Catat PR Lainnya!

Sabtu, 07 September 2019 | 12:39 WIB
Diskusi santai Polres Basel bersama tokoh masyarakat Toboali. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Tingginya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, illegal mining dan perjudian yang terjadi di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh aparat penegak hukum Polres Basel.

Kondisi tersebut merupakan poin dari saran dan masukan yang disampaikan tokoh masyarakat dalam giat diskusi dengan Kapolres Basel AKBP Stanislaus Ferdinand Suwarji, Jumat (6/9) malam di Warkop Yang-yang Toboali.

Selain itu, maraknya kasus prostitusi, penyalahgunaan BBM di SPBU, peningkatan kondisi yang kamtibmas hingga belum adanya produk tipikor yang ditangani oleh Polres juga disampaikan oleh para tokoh masyarakat.

Bahkan, ada perwakilan dari tokoh masyarakat menginginkan Polres Basel pada masa kepemimpinan AKBP Ferdinand membuat semacam peninggalan yang dapat dapat dikenang oleh masyarakat. Misalnya, monumen dan lain sebagainya.

"Beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini pertama tentang pekat atau penyakit masyarakat. Ada hal kecil yang tak terpikirkan oleh kita salah satunya perjudian ibu-ibu di daerah Sukadamai, Toboali," ujar salah satu tokoh masyarakat Toboali Juniar Abdullah.

Mirisnya, kata dia, perjudian oleh ibu-ibu di kawasan tersebut tidak dianggap menjadi perhatian serius oleh aparat pemerintah mulai dari RT hingga Bhabinkamtibmas yang bertugas. Terkadang, para ibu-ibu ini bermain judi sambil menyusui anaknya.

"Semacam tidak ada yang peduli padahal ini sangat berpengaruh dengan kondisi yang kamtibmas. Kedua sekarang kondisi Jalan Jenderal Sudirman Toboali terasa sepi karena ada razia. Memang ini penting untuk penertiban dan merupakan program kepolisian," kata dia.

"Dampaknya pasar sepi, permasalahan pasar sepi dan razia ini saling keterkaitan. Karena kadang ada masyarakat bertanya bikin SIM susah. Ketika tes tidak lulus, mungkin ini jadi pertimbangan kepolisian. Sosialiasi dan permudahkan, tapi bukan dengan mudah, tetap melalui proses," sebutnya.

Bagaimana solusinya dengan kondisi tersebut, pihak kepolisian lah yang mengetahuinya. Menanggapi berbagai saran, keluhan dan masukan tersebut, Kapolres Basel AKBP Stanislaus Ferdinand Suwarji sangat mengapresiasinya.

"Terimakasih, saya sangat senang banyak yang peduli dengan lingkungan Basel. Mari kita sinergi dengan terus menggelar acara seperti ini biar ada komunikasi. Kami terbuka dan menerima masukan, saran dan informasinya. Walau belum sempurna, tapi setidaknya mendekati dengan harapan yang disampaikan tadi," tutupnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com