• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lomba Melayu Dihilangkan, Arah Perayaan HUT Kota Muntok 2019 Tak Jelas

Senin, 02 September 2019 | 19:24 WIB
Ketua DPRD Bangka Barat, Drs. Samsir . Foto : Ira/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Festival Jiran Nusantara HUT ke 285 Kota Muntok tahun 2019 ini akan sedikit lebih berbeda. Pasalnya, lomba lagu melayu yang sudah menjadi ciri khas saat perayaan hari jadi Kota Muntok, akan ditiadakan.

Dengan ditiadakannya lomba lagu melayu, tentu saja ini menuai kecaman dari pelaku seni Kota Muntok. Mereka menganggap dengan tidak adanya lomba lagu Melayu, perayaan HUT Kota Muntok tahun 2019 ini sudah tak jelas arahnya.

Salah satu perwakilan seniman Muntok, Najib menyampaikan dalam peringatan HUT Kota Muntok, kegiatan lomba melayu inilah yang mengangkat ciri khas Kota Muntok. "Lomba Betason dan lomba membuat kue tradisional Muntok sudah dihilangkan. Ini ditambah lagi lomba lagu melayu dihilangkan juga. Kami merasa keberatan kalau lomba lagu melayu dihilangkan, karena HUT Kota Muntok akan hambar bila tidak ada sama sekali ciri melayu sebagai budaya Muntok," kata Najib saat ditemui di ruang kerja Ketua DPRD Bangka Barat, Senin (02/09/2019 )

Begitu juga dengan Pegiat musik Melayu Muntok, Chamcie Abiem menuturkan event hari ulang tahun Kota Muntok akan kehilangan ciri khasnya apabila tidak ada lagi kegiatan yang mengangkat budaya melayu, karena Kota Muntok lahir dari budaya melayu.

"Menurut saya, event ini akan sama dengan event - event lain kalau lomba lagu melayu dihilangkan. Bagi saya, event HUT kota Muntok punya pembeda dari event - event lain, salah satu pembeda itu, ya lomba lagu melayu," sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Barat, Drs. Samsir menjelaskan dirinya akan memanggil dinas terkait, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk membahas masalah ini. Karena menurutnya, kegiatan - kegiatan yang memang menjadi adat dan tradisi kota Muntok harus dilestarikan, selama tidak tidak menyimpang baik dari segi akidah, akhlak dan etika moral.

"Momen untuk mengembangkan dan melestarikannya itu tadi lah, di event HUT Muntok, HUT Bangka Barat, mungkin kalau pada HUT Babar bisa lebih masuk semua, tapi kalau HUT Muntok kan satu kekhususan, spesial, jadi budaya yang ada harus kita inikan, sebagai bentuk dari upaya pelestarian itu sendiri. Jadi kita berharap ciri khas itu tetap diadakan," jelasnya.

Untuk itu, Samsir menambahkan dalam pembahasan Nota Keuangan RAPBD tahun 2020, ia akan memprioritaskan kegiatan - kegiatan yang menjadi ciri khas dalam perayaan HUT Kota Muntok.

"Dan untuk tahun 2020, untuk pembahasan Nota Keuangan RAPBD 2020, nanti akan kita bicarakan pembahasan anggaran untuk 2020, walaupun saya nanti tidak jadi ketua lagi , tapi di Badan Anggaran akan tetap memprioritaskan program kegiatan - kegiatan yang tadi," pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com