• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Satpol PP Bangka Jaring Pengamen dan Anak Punk

Rabu, 28 Agustus 2019 | 23:48 WIB
Satpol PP Bangka ketika merazia anak gelandangan dan pengamen yang mengakui diri sebagai anak punk. (Foto : Ramandha/klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com,Sungailiat - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka menjaring tiga orang pengamen jalanan yang biasa berkeliaran di Kota Sungailiat dan sekitarnya.

Menurut Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, penjaringan ketiga pengamen jalanan yang mengaku dirinya sebagai anak punk ini, berdasarkan aduan dari masyarakat, karena merasa risih dengan keberadaan mereka.

"Kita sendiri bertindak atas aduan masyarakat. Mereka sering turun ke jalan, ke tempat-tempat makan untuk mengamen," jelasnya, Rabu (28/8/2019) di kantor Satpol PP Kabupaten Bangka, Jalur Dua, Sungailiat.

Ia melanjutkan, tiga anak punk ini berasal dari daerah Bangka Barat, yang nekat berkunjung ke Kota Sungailiat. Herman menyampaikan, dalam kesehariannya mereka mengaku tidur di masjid-masjid setempat. "Mereka katanya tidur di masjid dekat pasar, daerah taman kota," ungkapnya.

Kehadiran anak-anak punk sendiri, dikatakan Herman, menjadi perhatian pihaknya, dimana Pemkab Bangka melarang kehadiran pengemis yang meresahkan masyarakat, khususnya di kota Sungailiat. "Mereka ini sudah beberapa hari berada di Bangka, kami pantau dan akhirnya kami tertibkan," ucapnya. 

Informasi yang diterima pihaknya sendiri, ketiga pengamen jalanan ini bernama Tegar (17), Oby (14) dan Ridho (14). Selama di Sungailiat mereka sering berpindah tempat, seperti di pasar Sungailiat dan perempatan lampu merah Sungailiat. ''Seharusnya kan di umur mereka yang masih anak-anak ini mereka wajib sekolah, bukannya menjadi anak punk yang berkeliaran ke jalan-jalan," tuturnya.

Lebih lanjut, para pengamen jalanan ini akan dipulangkan ke rumah mereka masing-masing untuk dilakukan pembinaan langsung oleh orang tua. "Tetap kami data, kita pulangkan ke Muntok. Diingatkan juga biar tidak kembali lagi sebab Kabupaten Bangka bebas dari gelandangan dan pengemis," tutup Herman.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com