• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Terdakwa Kasus Penistaan Agama Dijatuhi Tiga Tahun Penjara

Selasa, 27 Agustus 2019 | 16:15 WIB
Loading...
Klikbabel.com, Muntok - Sidang terdakwa kasus penistaan agama, Daud Rafles Lumban Toruan kembali digelar di Pengadilan Negeri Muntok. Kali ini, agenda sidang kasus penistaan agama adalah pembacaan putusan. Selasa (27/08/2019)
 
Ketua Majelis Hakim, Golom Silitonga akhirnya memutuskan bahwa terdakwa Daud dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan penjara selama tiga tahun denda Rp 100juta dan subsider enam bulan kurungan.
 
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Kasi Pidum Kejari Bangka Barat, Hendra Saputa saat ditemui Klikbabel.com mengatakan pihaknya sangat puas dengan putusan yang telah dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Golom Silitonga. 
 
Menurutnya, berdasarkan semua pertimbangan, fakta hukum dan sebagainya, Majelis sependapat dengan JPU, menyatakan bahwa terdakwa terbukti dan bersalah melanggar Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 UU RI Nomor 19  Tahun 2016 Tentang perubahan atas Undang - Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Transaksi Elektronik.
 
"Selama proses persidangan kita merasa sangat puas, bagaimana saksi - saksi juga sangat mendukung, ahli barang bukti dan sebagainya, bahkan juga tadi putusannya sama dengan JPU, dimana tuntutan JPU pidana penjara selama 3 tahun, kemudian denda Rp. 100 juta subsider enam bulan kurungan dengan perintah tetap dalam tahanan," kata Hendra.
 
Dirinya menambahkan pihak dari terdakwa Daud melalui pengacaranya menyatakan untuk pikir - pikir.
 
"Tadi terdakwa telah berkonsultasi dengan penasehat hukumnya yang menyatakan pikir - pikir, sama halnya kita dari JPU,  harus menyatakan pikir - pikir,"
 
Setelah pihak terdakwa menyatakan pikir - pikir, kata Hendra maka pihak dari Pengadilan Negeri maupun JPU harus menunggu selama tujuh hari. Apabila terlampaui tujuh hari maka putusan yang dijatuhi oleh Ketua Majelis Hakim dinyatakan Inkrah ( Berkekuatan Hukum Tetap ).
 
"Nanti kita tunggu tujuh hari ke depan, apakah telah terlampaui tujuh hari sebagaimana KUHAP itu, bilamana telah terlampaui tujuh hari pikir - pikir, maka hal itu telah menjadi putusan yang berkekuatan hukum tetap, setelah itu baru bisa dieksekusi," pungkasnya.
Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com