• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Turis Jepang Akui Lempah Kuning Kurau Asyik Dilidah

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:50 WIB
Loading...
Klikbabel.com, Koba - Orang Jepang katakan Kuliner Kota Koba Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Enak. Ikan lempah kuningnya lembut, kuahnya pedas asem asyik di lidah. Selain lempah kuning, Kretek (Krupuk) berbahan cumi, ikan, udang dan Kepiting Desa Kurau enak renyah membuat mulut tidak berhenti mengunyah.
 
Turis jepang itu bernama Kazuyo. Ia merupakan turis sekaligus Mahasiswi salah satu Universitas di Jepang. Ia berkunjung ke Desa Kurau Kecamatan Koba Kabupaten Bateng karena ingin melihat langsung proses pembuatan Lempah kuning khas Desa Kurau.
 
"Saya dapat informasi dari TP PKK Bateng ada lomba masak lempah kuning yang merupakan kuliner khas orang Bangka di Desa Kurau. Sayapun langsung bersilaturahmi menemui Ketua TP PKK Bateng, Hj Iriani melita lalu melihat proses pembuatannya, pada Selasa (20/8)," kata Kazuyo kepada Awak Media.
 
Wanita berparas cantik asal Jepang ini tidak malu makan Lempah Kuning yang diberikan Ketua TP PKK Bateng, Hj Iriani bersama anggotanya. Secara perlahan ia makan, hingga ikan dan kuah lempah kuningnya habis.
 
"Saya pernah makan lempah kuning, tapi lempah kuning di Desa Kurau ini beda sekali. Enak, ikannya lembut, kuahnya pedas dan asem asyik di lidah membuat penasaran ingin makan lagi," kata wanita muda yang di sapa Yoyo ini sambil memainkan lidahnya karena kepedasan makan lempah kuning.
 
Kuliner lainnya yang di sukai Yoyo, yakni Keretak (kerupuk) berbahan cumi, udang, ikan dan kepiting. Yoyo sempat singgahi Rumah Tokoh (Ruko) yang menjual khusus Kretek di sepanjang jalan Desa Kurau Barat.
 
"Saya singgah tadi beli Kretek. Saya kirim ke Jepang, karena orang tua dan keluarga saya juga suka sekali makan Kretek. Kretek ini sendiri merupakan cemilian yang membuat lidah tidak pernah berhenti mengunyahnya, enak renyah dan gurih di makan," ungkapnya.
 
Merasakan bahagia, Yoyo sendiri berjanji akan kembali datang ke Kota Koba Kabupaten Bateng. Ia akan mengajak kawan-kawannya asal Jepang untuk berwisata.
 
"Saya akan kembali lagi kesini, mengajak teman-teman juga. Di Bateng ini, selain Kulinernya enak-enak juga memiliki banyak titik wisata yang unik untuk di kunjungi, seperti Danau Koalin, Hutan Mangrove, Hutan Pelawan, Pulau Ketawai dan pantai Terentang," ungkapnya.
 
Merasa puas atas sambutan Warga Kurau dan Pemerintah Kabupaten Bateng. Yoyo mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Bateng, Hj Iriani Melita bersama Bupati Bateng, H Ibnu Saleh dan Camat Koba, Muslimin serta masyarakat Desa Kurau yang telah berbagi pengalaman bersamanya meskipun sebentar.
 
"Terimakasih. Masyarakat Bateng ini ramah-ramah, sopan dan tidak sombong. Semua aktif berbagi informasi dan pengalaman. Saya merasa senang berada disini, tamu memang dianggap seperti Raja. Semoga Bateng selalu Unggul," pungkasnya.
 
Sementara itu, Ketua TP PKK Bateng, Hj Iriani Melita berterimakasih atas kunjungan Yoyo ke Desa Kurau Kecamatan Koba Bateng. Ia berharap Yoyo datang lagi ke Kota Koba yang merupakan Ibu Kotanya Kabupaten Bateng bersama teman-temannya.
 
"Kalau datang lagi kesini. Kita siap memfasilitasi untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata lainnya di Bateng. Tujuannya tidak lain, kita juga ingin Objek wisata di Bateng mendunia di prmosikan Wisatawan Asing," ungkap Hj Iriani.
 
Saat bersama Yoyo, Hj Iriani mengaku tidak seperti bersama dengan Orang Jepang. Yoyo ternyata sangat pandai berbahasa Indonesia, perawakannya pun sama seperti orang Indonesia. Yoyo murah senyum, aktif sekali berbicara dan canda dengan Bahasa Indonesianya.
 
"Ternyata Yoyo orangnya asyik di ajak ngobrol. Dia nyambung, karena dia bisa bahasa Indonesia. Tadi kita ajak dia makan lempah kuning, kita ajak singgah ke tempat penjualan Kretek. Ternyata Yoyo beli dengan jumlah banyak untuk di kirim ke Jepang, katanya keluarga Yoyo juga suka makan Kretek Kurau," Cerita Hj Iriani.
 
Pada kesempatan ini, Hj Iriani melita menghimbau masyarakat Bateng agar terbuka untuk Wisatawan Asing maupun Lokal. Ajak terus mereka komunikasi, sampaikan hal yang baik-baik terkait keudayaan, kuliner hingga perkenalkan titik objek wisata di Bateng.
 
"Semakin tinggi angka kunjungan Wisatawan asing maupun lokal, semakin tinggi pula pendapatan masyarakat khususnya pedagang makanan khas Bateng. Kami mengajak masyarakat untuk Bersama Membangun Ekonomi Rakyat di bidang Pariwisata, atau Eko Wisata, " ajaknya.
 
Terpisah Camat Koba, Muslimin mengatakan kegiatan Lomba masak Lempah Kuning ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 74 Tahun. Peserta yang mengikuti Lomba sebanyak 24 grup peserta, mereka merupakan Ibu-ibu perwakilan Desa Kurau dan Desa Kurau Barat Kecamatan Koba Bateng.
 
"Total sebanyak 192 Kg ikan dan 120 Kg beras di masak pada acara Lomba tersebut," kata Muslimin.
 
Lanjut Muslimin, Ikan yang dimasak pada lomba tersebut merupakan Ikan segar beragam jenis, antara lain yakni Ikan Patin Laut, Gelamo, Mayong, Haile, Kerisi Merah, Kakap, Bagat dan Gembung.
 
"Untuk racikan masakan Lempah kuningnya di buat sesuai selera masing-masing. Masakan yang paling enak sesuai penilaiam dewan juri akan mendapatkan Trofi dan uang pembinaan," ungkapnya seraya menyebut Lomba Masak Lempah Kuning akan rutin dilakukan setiap tahun.
 
Pada kesempatan ini, Muslimim berterimakasih kepada Bupati Bateng, H Ibnu saleh bersama Ketua TP PKK bateng, Hj Iriani telah menyempatkan hadir pada kegiatan Lomba Masak Lempah Kuning.
 
"Dimomen yang langkah itu. Alhamdulillah juga datang turis asing asal Negara Jepang yang sempat makan Lempah Kuning hasil masakan Ibu-ibu Desa Kurau. Mudah-mudahan turis Asing bernama Yoyo itu datang lagi ke Kota Koba mengajak teman-temannya," harap Muslimin.
Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com