• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lagi, Tambang Timah Ilegal di Babel Renggut Korban Jiwa

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 18:09 WIB
Lokasi laka tambang. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) ilegal di Provinsi Babel kembali merenggut korban jiwa. Kali ini, satu orang meninggal secara tragis di lokasi pertambangan hutan Air Rengas Desa Bencah, Airgegas, Bangka Selatan (Basel), Sabtu (24/8) sekira pukul 11.30 WIB.

Adalah Urip yang meregang nyawa di lokasi pertambangan timah ilegal tersebut. Warga Desa Bencah, Kecamatan Airgegas berusia 29 tahun itu tewas dengan cara tragis setelah tumpukan tanah dengan kedalaman 4 meter diatasnya menimpa secara hidup-hidup.

Kabag Ops Polres Basel Kompol Rusnoto mengatakan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Airgegas untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Setelah korban ditemukan oleh para saksi dan masyarakat sekitar 50 menit pasca kejadian.

"Dari hasil pemeriksaan oleh dr Arman dari Puskesmas Airgegas, beberapa bagian di tubuh korban mengalami luka memar yang diakibatkan timpaan tanah. Diduga kuat meninggalnya korban dikarenakan korban kehabisan oksigen," ujar Rusnoto, Sabtu (24/8) sore.

Disamping itu, pada bagian mulut korban masih terlihat tumpukan tanah yang masuk ke dalam mulut hingga saluran pernapasan. Sehingga membuat nyawa nya tak tertolong. Sementara, kronologis terjadinya laka tambang tersebut bermula pada saat korban sedang bekerja di TKP.

"Korban saat itu sedang mencari timah di kolong camui dengan kedalaman empat meter. Pada saat korban sedang menyemprot tanah yang mengandung timah, tiba-tiba tanah dari atas sebelah berhadapan dengan korban roboh dan menimpa korban," terangnya.

Melihat kejadian tersebut, Ngabdul Sangit dan Hanifam, yang merupakan rekan kerja korban, saat kejadian berada disebelah tidak jauh dari korban langsung terkejut melihat korban sudah tertimbun tanah. Mereka sempat berusaha menolong namun tidak berhasil.

"Kedua saksi selanjutnya langsung berlari meminta pertolongan kepada masyarakat yang berada di sekitar tambang. Selanjut nya berselang kurun waktu 50 menit korban berhasil diselamatkan namun komdisi korban dalam keadaan meninggal dunia," paparnya.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban yang dalam hal ini selaku pemilik tambang rencananya akan dikebumikan di kampung halamannya di Pulau Jawa. Pernyataan dari pihak keluarga tersebut disertai dengan membuat surat pernyataan kepada pihak kepolisian.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com