• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PT Timah Peroleh Dana Segar Rp1,19 Triliun

Minggu, 18 Agustus 2019 | 06:37 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - PT Timah Tbk memperoleh dana segar sebesar Rp1,19 triliun. Dana diperoleh dari emisi obligasi dan sukuk ijarah. Dana segar tersebut rencananya akan digunakan oleh perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dan pemenuhan belanja modal tahun 2019. Secara rinci, Sekretaris Perusahaan PT Timah, Abdullah Umar Baswedan, Minggu (18/8/2019) mengungkapkan bahwa, dana segar Rp880 miliar berasal dari obligasi. Pihak PT Timah mengeluarkan obligasi berkelanjutan atau surat utang dalam dua tahap. Obligasi Berkelanjutan I Timah dan Tahap II yang diterbitkan tahun 2019.

BUMN berkode saham TINS tersebut melakukan emisi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II yang terdiri atas Seri A dan Seri B. Obligasi Seri A, memiliki jumlah pokok Rp368,7 miliar. Obligasi tersebut digulirkan di bursa dengan kupon 8,50 persen dan jangka waktu peminjaman atau tenor selama 3 tahun. Sementara Seri B memiliki jumlah pokok surat utang sebesar Rp493 miliar, di mana kupon diterbitkan tetap sebesar 8,75 persen dan tenor 5 tahun. Lebih lanjut Abdullah Umar mengatakan bahwa, kupon yang dikeluarkan PT Timah sangat kompetitif. Besaran harga surat utang yang diterbitkan sama dengan penerbitan obligasi sebelumnya, di tahun 2017.

"Dana segar tidak hanya diperoleh dari penerbitan obligai berkelanjutan. Kita juga melakukan Sukuk Ijarah I Timah Tahap I pada tahun 2019 ini. Instrumen yang umumnya merupakan jenis investasi syariah ini memiliki jumlah pokok Rp313 miliar," ujarnya dikutip dari mediabumn.com. Dalam kesempatan yang sama, Abdullah kembali menegaskan penggunaan dana segar yang diperoleh PT Timah. Dana segar yang diperoleh digunakan untuk membayar utang jangka pendek kepada perbankan. Sisanya, perusahaan yang dipimpinnya akan menggunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal yang sering disebut capital expenditure selama tahun 2019.

Abdullah bahkan menyebutkan penggunaan secara detil. Lima puluh persen dari obligasi akan digunakan untuk belanja modal. Modal untuk penambahan kapasitas produksi dengan membangun smelter baru dan pemeliharaan. Sementara itu, seluruh dana yang diperoleh dari Siukuk Ijarah akan digunakan untuk belanja modal tahun 2019.

Sebelumnya, PT Timah sudah memperkirakan bahwa, kebutuhan belanja modal tahun 2019 sebesar Rp2 triliun. Dengan adanya dana yang diperoleh dari Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Ijarah semua kebutuhan capital expenditure (capex) di tahun 2019 otomatis terpenuhi. Sampai saat ini, perseroan belum ada rencana untuk menarik pinjaman tambahan dari perbankan. Kalau pun ada, menurut Abdullah bukan untuk kebutuhan tahun 2019, tetapi untuk tahun berikutnya.

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : mediabumn.com