• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mulkan Bantah Rusunawa Nelayan Dibiarkan, Faktor Ini Jadi Penyebab Masyarakat Enggan Tinggal

Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:58 WIB
Bupati Bangka Mulkan. Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Terkait kritikan yang diberikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Parulian, tentang peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang hingga kini masih membiarkan kosong sejumlah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kampung Nelayan II, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, mendapat tanggapan Bupati Bangka, Mulkan.

Klik Juga : Yuk Daftar Lomba Kampoeng Bersinar, Total Hadiah Rp100 Juta Loh!

Menurutnya, kekosongan sebanyak 42 unit Rusunawa di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat tersebut, bukan terkesan dibiarkan begitu saja, melainkan pihaknya hingga saat ini masih melakukan proses pengkajian pendataan masyarakat yang nantinya mendiami Rusunawa. Pada umumnya, bupati menilai, memang kebanyakan masyarakat di Kabupaten Bangka mempunyai banyak pilihan, baik itu merupakan tempat tinggal. Karena hal itulah, terlihat minat masyarakat yang terbilang kurang untuk menempati Rusunawa.

"Masyarakat Bangka ini sebenarnya luar biasa. Luar biasa, karena mereka banyak pilihan-pilihan, beda kan kalau di Pulau Jawa, mereka banyak pilihan. Apalagi sekarang banyak yang menawarkan properti-properti yang bunganya kecil. Program rumah subsidi dari pemerintah pusat, jadi mereka banyak pilihan," jelasnya, Kamis (15/8/2019).

Hal tersebut lah yang menjadi kendala pemerintah daerah dalam mengisi kekosongan Rusunawa yang selesai dibangun pada tahun 2018 lalu ini. Tidak hanya itu, faktor murahnya harga tanah di Wilayah Kabupaten Bangka, juga menjadi salah satu sebab masyarakat enggan mendiami Rusunawa. "Tanah-tanah kita di Bangka ini kan murah, jadi mereka lebih memilih membangun rumah sendiri. Walaupun harga bahan properti murah, mereka bisa berangsur-angsur membangun sesuai keinginan mereka," terang Mulkan.

Untuk itu, kedepannya Pemkab Bangka akan segera mendata dan mulai menyosialisasikan kepada masyarakat, agar siapa saja boleh menempati Rusunawa tersebut. Selain itu juga, dengan adanya pembangunan program pemerintah yakni, 'Kotaku' yang dibangun tidak jauh dari lokasi Rusunawa, dikatakan Mulkan, penggunaan Rusunawa juga akan dimanfaatkan dalam proses relokasi warga setempat. "Jadi nanti juga kan ada Pembangunan Kotaku, dengan dana sebesar Rp30 Milyar dari Pemerintah Pusat yang telah dikucurkan, nantinya masyarakat di Lingkungan Kumuh di Nelayan itu, akan kita relokasi dulu nanti di situ," tutupnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com