• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kajari Basel Cup III Siap Kembali Digelar, Begini Konsep Penyelenggaraannya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 23:11 WIB
Penutupan Turnamen Bola Voli Kajari Basel Cup II. Foto : Devi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Setelah sukses menyelenggarakan turnamen Kajari Basel Cup II yang telah ditutup pada Kamis (15/8) sore, Kajari Safrianto Zuriat Putra mengaku siap untuk kembali menggelar kejuaraan bola voli antar desa dan kelurahan itu pada tahun 2020 mendatang.

 

"Turnamen ini insya allah setiap tahun akan digelar. Tapi untuk Kajari Basel Cup III nanti konsepnya tergantung para kades dan lurah yang ada di Basel. Apakah mereka mau full tim open nasional, atau setengah nasional, setengah Babel," kata dia, Kamis (15/8).

Untuk konsepnya, pihaknya akan menyerahkan kepada para kades dan lurah. Sebab kata dia, turnamen tersebut digelar berdasarkan konsep yang dimunculkan oleh para kades dan lurah sehingga dirinya hanya meminjam nama dalam turnamen tersebut. "Kajari Basel Cup bukan Safri Basel Cup. Artinya apa, walaupun Safri nya pindah, turnamen kajari-kajari berikutnya tetap ada di Basel. Pada partai final Kajari Basel Cup II ini, ada David Pratama dari PLN Jakarta Elektrik, Avin dari Jakarta Garuda dan Aldhy pemain tarkam Yogyakarta," sebut dia.

Kehadiran atlet voli nasional tersebut dinilai dia sangat memberikan hiburan yang sangat luar biasa untuk masyarakat Basel. Untuk itu dia berharap, permainan hebat yang dipertontonkan pada laga tersebut dapat menularkan ilmu yang dimiliki kepada atlet voli Basel.

Sementara, Wakil Bupati Riza Herdavid mengapresiasi penyelenggaraan turnamen kejuaraan bola voli Kajari Basel Cup II yang digelae oleh Kejari Basel. Ia menilai, pemerintah kabupaten sedikit terlambat menggelar kegiatan olahraga masyarakat yang demikian.

"Makanya saya pada Kajari Basel Cup III nanti akan secara pribadi mensupport ini. Walaupun belum ada perhatian dari pemerintah daerah, minimal piala tetap nya dari saya. Saya pikir memalukan kalau penggunaan GOR dalam turnamen ini, panitia harus bayar retribusi," ungkapnya.

Terkait hal itu, dia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Kejari Basel karena sebelumnya tidak menjalin koordinasi untuk penyelenggaraan turnamen tersebut. Meskipun memang ada sisi positifnya untuk mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Layaknya selaku mitra, forkopimda, seharusnya itu tidak perlu. Malah wajibnya pemerintah daerah yang harus mendukung dan mensupport kegiatan ini. Saya harap kegiatan ini tetap berlangsung karena memberikan dampak yang positif untuk atlet-atlet voli muda asal Basel," jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com