• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Trawl Masih Beroperasi di Tanjung Timur, Nelayan Toboali Ancam Aksi di Istana Presiden

Jumat, 09 Agustus 2019 | 15:35 WIB
Nelayan Basel saat melaporkan aktivitas trawl di KKP. Foto : ist
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Masih adanya aktivitas kapal nelayan pengguna pukat harimau atau trawl di perairan Tanjung Timur, Kecamatan Tukaksadai pada Kamis (8/8) membuat Nelayan Toboali kembali geram. Padahal, sejumlah laporan telah disampaikan ke Gubernur dan Polda Babel.

"Kemarin di perairan Tanjung Timur masih ditemukan aktivitas kapal trawl. Kami harap persoalan trawl ini segera selesai, tidak ada lagi nelayan trawl dan jangan beralasan nelayan kecil terus. Jika dibiarkan tanpa solusi akan terjadi konflik," ujar Nelayan Toboali Abdullah, Jum'at (9/8).

Kapal trawl, kata Abdullah sangat meresahkan dan jelas melanggar undang-undang sehingga diimbau jangan ditunda penindakannya. Selain meresahkan aktivitas trawl tentunya mengancam ekosistem serta mematikan mata pencaharian nelayan.

"Bagaimana nanti kedepan, sekarang laut kita juga sudah rusak dan meresahkan, kami tunggu action yang telah disepakati. Harapan kami sama seperti yang disampaikan pada saat audensi, semoga Pak Gubernur (Erzaldi, red) tegas di lapangan bukan hanya sebatas di kantor saja," sebutnya.

Sebab kata Erzdi, tidak ada trawl yang beroperasi dan jika ada akan diproses. Namun faktanya, sampai sekarang masih banyak trawl beroperasi dan telah berulang kali disampaikan masih bebasnya trawl beroperasi. Bilamana dalam proses penindakan trawl ini ada kejanggalan, pihaknya mengancam akan kembali turun ke jalan.

"Kami akan kembali turun ke jalan dan demo di KKP kalau ada kejanggalan, bahkan kami siap untuk aksi di Istana Presiden. Salah satu hasil audensi dengan DPRD Babel adalah DKP bersama Polda, Lanal Babel, PSDKP serta Bidang Perikanan Basel bahwa nelayan trawl akan dilakukan pembinaan," ucapnya.

Hanya saja, mereka tidak memahami pola pembinaannya seperti apa. Karena tim terpadu telah dibentuk oleh Gubernur Babel Desember 2018 lalu sudah sosialisasi bahkan nelayan trawl sudah deklarasi di Kantor Kelurahan Tanjung Ketapang.

"Faktanya trawl masih ada, dan nelayan di kawasan Sukadamai itu bukan nelayan kecil. Karena satu orang punya dua kapal trawl bahkan lebih, dan kita harapkan jangan ada lagi lah. Kami harap trawl dan compreng juga harus berada di zonanya," jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com