• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Areal Cetak Sawah di Desa Irat & Ranggung Tercemar Akibat TI Ilegal, Satpol PP Basel Lakukan Penertiban

Selasa, 06 Agustus 2019 | 19:04 WIB
Timgab Satpol PP Basel lakukan penertiban TI Ilegal yang beroperasi di DAS areal cetak sawah Desa Ranggung dan Desa Irat. Foto : Istimewa Kabid Tibum Satpol PP Badel Untung Sridadi
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) yang beroperasi secara ilegal di kawasan areal cetak sawah Desa Ranggung dan Desa Irat, Kecamatan Payung ditertibkan oleh Tim Gabungan Satpol PP Basel dan personel Polsek Payung, Senin (5/8) siang sekira pukul 13.00 WIB.

"Untuk areal cetak sawah di Desa Ranggung, ditemukan lima ponton TI dan yang beroperasi hanya satu unit. Sedangkan di areal cetak sawah Desa Irat, kami temukan ada enam ponton," ujar Kasatpol PP Basel Rudi Kurniawan melalui Kabid Tidur Untung Sridadi, Selasa (6/8).

Diakuinya, dua lokasi penambangan tersebut memang berdampingan lantaran berada dalam satu kawasan areal cetak sawah yang dialiri air sungai yang sama. Dia mengatakan, 30 personel Satpol PP Basel diterjunkan dalam operasi yang turut didampingi oleh personel Koramil Payung.

"Pada hari Minggu, kita dapat informasi dari Pak Samsir (Anggota DPRD Basel) ada aktivitas penambangan timah ilegal di lokasi tadi. Makanya kemarin, kita bersama-sama juga dengan Ketua Gapoktan serta masyarakat Desa Ranggung dan Desa Irat dan 2 orang dari dinas pertanian tertibkan tambang itu," sebutnya.

Untung menegaskan, akibat aktivitas pertambangan ilegal tersebut membuat persawahan empat petak dalam areal cetak sawah pada dua desa tadi tercemar limbah. Sehingga, pihaknya langsung mengatensikan kepada para penambang untuk membongkar peralatan mesin tambangnya.

"Mereka masih kita berikan toleransi untuk membongkar peralatan tambangnya. Hanya, kami tidak mau lagi ada aktivitas dan di deadline untuk mengangkut seluruh peralatan tambang sampai dengan hari ini. Ponton nya dibongkar dan dibawa keluar," pinta Untung Sridadi.

Padahal, kata Untung, sekitar tiga bulan lalu pihaknya telah melayangkan surat peringatan tertulis tegas untuk para penambang tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut. Bilamana deadline waktu sampai hari ini tidak diindahkan, pihaknya akan membongkar paksa dan menyita peralatan tambang itu.

"Setelah kami tanyakan dengan masyarakat Irat yang ada ponton TI di areal cetak sawah itu, mereka katanya sudah beroperasi kurang lebih satu tahun. Makanya saya dan orang dari pertanian heran, mereka akan mempertanyakan hal ini ke PPL pertanian," ucapnya.

"Pada tutup mata atau gimana kan. Pertanian akan mengkroscek dulu kok sudah satu tahun beroperasi PPL pertanian tidak melapor. Atau tidak mengetahui, kalau itu tupoksi mereka sebagai PPL, pengawas pertanian di desa yang ditugaskan, diberi tahulah dengan pihak dinas," sambung dia.

Untung menyarankan, dinas pertanian kabupaten untuk mengkroscek ihwal tersebut sehingga aktivitas itu beroperasi sudah lama. Sebab, pemerintah mengeluarkan anggaran untuk membuat areal cetak sawah tidak sedikit jumlahnya guna memberikan asas manfaat bagi masyarakat.

"Tapi kalau yang di Desa Ranggung, baru beroperasi satu bulan. Dari hasil interogasi dari pemilik tambang, itu yang bekerja bukan masyarakat Desa Ranggung. Yang bekerja masyarakat Irat dan pendatang, Selapan Sumsel. Timbul pertanyaan, kenapa pihak Desa Irat tidak ditegur dan melapor  ke dinas pertanian ataupun Satpol PP," ungkapnya.

Hal tersebut juga menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya untuk kemudian didalami guna mengambil langkah yang tepat kedepannya. Yang jelas, selaku penegak Perda, bilamana ada informasi ada aktivitas kembali, dan ada intruksi dari Kasatpol PP untuk menertibkan dan menyita, pihaknya siap melaksanakannya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com