• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


KHM Munjang Mangrove Temukan Ikan Sungai Mati Diracuni

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 16:35 WIB
Ikan yang mati akibat keracunan (Roni/Klikbabel.com)
Loading...
Klikbabel.com, Koba - Ketua Kelompok Hutan Masyarakat (KHM) Munjang Mangrove, Yasir temukan ikan air tawar di Sungai Munjang Mangrove Desa Kurau Barat dalam keadaan mati akibat keracunan.
 
Menyikapi hal ini, pada Sabtu (3/8). Yasir bersama anggotanya melakukan patroli di sepanjang Sungai Munjang Mangrove, hasilnya tidak menemukan pelaku yang diduga mutas (meracuni ikan) menggunakan racun.
 
"Kami sudah patroli, tidak ada satu orangpun yang kedapatan Mutas. Hanya saja ikan-ikan ditemukan pada mati," ungkap Yasir kepada klikbabel.com.
 
Yasir sendiri sangat menyayangkan aktivitas warga mencari ikan menggunakan mutas. Perlu diketahui bersama bahwa mutas bisa membunuh ikan dari mulai anak hingga induknya.
 
"Kalau anak ikan saja sudah tidak ada lagi, maka keseimbangan ekosistem akan terganggu di Sungai Munjang Mangrove ini," ungkapnya.
 
Menurut Yasir di Sungai Munjang Mangrove maupun rawa-rawa seputarannya terdapat banyak ikan baung, patin liar, tepuyu, toman dan ada juga udang.
 
"Sangat disayangkan kalau semua jenis ikan ini punah. Ini salah satu ikan baung mati," kata Yasir sembari menunjukan ikan tersebut.
 
Yasir mengakui bahwa kebiasaan masyarakat saat air surut pada musim kemarau mencari ikan di sungai Munjang Mangrove. Namun, biasanya mereka menangkap ikan menggunakan alat tangkap tradisional seperti pancing dan jaring bukan dengan cara diputas.
 
"Kalau pakai alat tangkap, artinya ikan yang masih anakan tidak mudah tertangkap. Disaat air mulai pasang, maka ikan yang masih anakan menjadi dewasa dan berkembangbiak di Sungai Munjang Mangrove," ungkapnya.
 
Yasir mengungkapkan pihaknya tidak pernah melarang warga untuk mencari ikan di Sungai Munjang Mangrove. 
 
"Silakan mencari ikan, tapi kita juga harus memperhatikan perkembangan ekosistem alam di Sungai Munjang Mangrove," ulasnya.
 
Yasir menegaskan pihaknya tidak sungkan akan melaporkan oknum warga yang terbukti menangkap ikan menggunakan putas.
 
"Kami siap laporkan peristiwa ini kepihak berwajib, jika terulang kedua kalinya," tegas Yasir.
 
Mengetahui hal ini, Bupati Bangka Tengah (Bateng), H Ibnu Saleh mengimbau warga menangkap ikan agar menggunakan alat tangkap tradisional, jangan pakai putas. Ikan yang anakan juga sebaiknya dilepaskan lagi ke sungai, biar berkembangbiak kembali.
 
"Kita bersama harus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kita juga harus mendukung aktivitas KHM Munjang Mangrove di Desa Kurau Barat yang saat ini menjadi objek wisata Hutan Mangrove," kata Ibnu saleh.
 
Menurut Ibnu Saleh, Sungai Munjang Mangrove saat ini merupakan sungai yang masih jernih dan memiliki keindahan yang sangat luar biasa sehingga banyak wisatawan tertarik datang kesana.
 
"Saat di atas perahu mengelilingi Hutan Mangrove, wisatawan bisa melihat ikan-ikan. Itu hal yang menarik dan membuat mereka rindu akan wisata Hutan Mangrove Kurau Barat ini," ulasnya.
 
Menurur Ibnu Saleh, Pemerintahan Kabupaten Bateng selalu menganggarkan kegiatan yang di butuhkan KHM Munjang Mangrove.
 
"Apa yang di butuhkan untuk pengembangan Hutan Mangrove, kita upayakan terus dalam penganggarannya sehingga berkembang menjadi objek wisata yang populer di manca negera," pungkasnya.
Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com