• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PMII Babel Gelar Dialog Kebangsaan

Sabtu, 27 Juli 2019 | 16:57 WIB
Loading...
Klikbabel.com, Pangkalpinang - Puluhan pemuda Bangka Belitung yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar dialog kebangsaan  dengan mengangkat tema   Menjaga Pancasila, Merawat Bhineka Tunggal Ika dan Merajut Keberagaman.
 
Kegiatan yang di laksanakan di Warkop Papa pada Sabtu, 27 Juli 2019 tersebut bertujuan untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama yang ada di Bangka Belitung Agar tidak terjadi perpecahan.
 
"Kegiatan ini untuk menjaga toleransi antar umat beragama agar tidak ada perpecahan yang bisa mengkotak kotakan masyarakat di Bangka Belitung," ujar Ketua Umum PMII Babel, Masyadi.
 
Semboyan  Tong Ngin Fan Ngin Jit Tong yang di populerkan  oleh bapak Hudarni Rani mantan Gubernur Bangka Belitung 2002 - 2007 yang sekarang terpilih  menjadi anggota DPD RI juga menjadi pembahasan pada dialog siang itu. Semboyan tersebut populer sampai saat ini dan tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Bangka Belitung. 
 
"Dengan kegiatan ini kami mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk bersatu sehingga kami mengangkat semboyan Tong Ngin Fan Ngin Jit Tong yang artinya cina dan melayu sama saja," katanya.
 
Dalam kesempatan tersebut Masyadi juga mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama. 
 
"Tidak ada  perbedaan antar umat beragama mari kita bersama- sama merawat  kebhinekaan di Bangka Belitung dan kokohkan nilai- nilai toleransi Bangka Belitung agar tetap satu, tidak ada perpecahan antar masyarakat Bangka Belitung," ucap Masyadi.
 
Kegiatan juga dihadiri organisasi kemahasiswaan dan puluhan  kader -kader PMII, alumni dan senior PMII Edy iskandar, Wakil Ketua GP Ansor Provinsi Babel Andi budi prayatno, Ketua PMII PC Bangka  Masyadidi, Ketua GMKI Babel Gokas, Ketua Hima Budhi Babel Rama, Ketua MPTD Amsori dan Ketua Parindra Babel Tabrozi. Sedangkan Bambang Pati Jaya selaku anggota DPR RI terpilih 2019 - 2024 menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.
 
Terkait Semboyan Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, Bambang patijaya anggota DPR RI periode 2019- 2024 menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan gagasan dari senior kita bapak Hudarni Rani menjadi menarik yang menginginkan  kesatuan cina melayu sama saja seperti makna serumpun sebalai.
 
"Awal munculnya semboyan tersebut bermula pada Pilkada Jakarta yang di populerkan mantan Gubernur Bangka Belitung Hudarni Rani. Hal tersebut merupakan kearifan lokal yang beragam. Muncul pasca politik yang menjadi identitas di Pilkada DKI," katanya.
 
Menurut dia, sekarang ini media sosial sangat berpengaruh besar untuk berkembangnya keberagaman dalam bertoleransi. Ia berharap dengan adanya proses rekonsiliasi para pemimpin saat ini akan menciptakan kedamaian di tengah-tengah masyarakat serta terjaganya keutuhan Pancasila.
 
Edy Iskandar alumni dan senior PMII menyampaikan keyakinannya dan harapan terhadap kader - kader PMII kedepannya.
 
"Saya yakin para kader PMII merupakan para calon pemimpin di masa depan sebagai generasi penerus bangsa," tuturnya.
 
Ia menegaskan, perbedaan merupakan hal yang alami dan tidak perlu dijadikan pertentangan di kalangan masyarakat.
 
"Bukan berarti dalam kemajemukan itu kita harus sama tetapi perbedaaan itu tidak menjadikan kita terpecah belah," ungkapnya.
 
Wakil Ketua GP Ansor Provinsi Babel Andi Budi Prayatno yang hadir pada dialog tersebut menilai bahwa makna dari tema kegiatan dialog kebangsaan itu memiliki makna yang bagus.
 
"Tema dialog hari ini sangat bagus dimana merupakan semboyan kita dalam bertoleransi di Bangka Belitung," katanya.
 
Ia menambahkan, sikap toleransi sangat penting karena hal itu menjadi penilai bagi kita sebagai umat beragama.
 
"Saat ini banyak yang lagi trand di Medsos orang berpindah agama dimana saat ini beragama sebagai politik identitas keyakinan. Saat ini di Babel sudah mulai terasa tentang isu politik beragama dimana adanya perbedaan indentitas di para penceramah dalam suasana politik," jelasnya.
 
Ia mengungkapkan, ada beberapa sekolah yang mulai mempengaruhi siswanya untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan. "Sekarang ini ada salah satu sekolah mulai mendoktrin anak - anak di sekolah agar tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hormat bendera karena tidak ada dalil dalam Al Qur'an yang menyebutkan kita wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya," ungkapnya.
Loading...


Penulis  : Septi. A
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com