• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Menteri PUPR Setujui Jembatan Bangka-Sumsel Dibangun

Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:04 WIB
Menteri PUPR Basuki.
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Rencana pembangunan Jembatan Penghubung Sumsel-Babel kian terang. Sebab Menteri PUPR RI, Basuki Hadi Moeljono menyetujui proyek infrastruktur tersebut.

Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI, Ir H Hafidz MM membenarkan hal tersebut. Kalau lihat kajian awal Tanjung Tapa lebih potensial karena jarak tempuh lebih pendek, ungkapnya, Jumat (19/7/2019).

Usulan tersebut langsung disetujui Menteri PUPR Basoeki Hadimoeldjono. Sebelumnya hangat diwacanakan bahwa lokasi jembatan akan membentang dari Desa Permis Bangka Selatan pada sisi Pulau Bangka dan Kecamatan Tulung Selapan, OKI di sisi Sumsel. Lokasi tersebut dikabarkan akan bergeser ke Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Informasi tersebut berdasarkan studi awal oleh tim PUPR Provinsi Bangka Belitung yang  melakulan prakajian Jembatan Bangka-Sumsel. Dari kajian ini, disiapkan tiga alternatif pasangan lokasi yang mungkin dikembangkan baik dari sisi Pulau Bangka maupun sisi Pulau Sumatera.

Pertama lokasi di Tanjung Punai, yang berada di antara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Banyu Asin, di sisi pulau Sumatera, dengan panjang rencana Jembatan sekitar 22,6 kilometer. Titik lokasi kedua, adalah Tanjung Pura, Bangka Tengah, untuk sisi Sumatera adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 km. Lokasi ketiga, di Desa Sebagin Bangka Selatan sementara di sisi Pulau Sumatera berhubungan dengan Tanjung Tapa, Air Sugihan Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.

Hal tersebut juga sudah dipaparkan Kepala PUPR Provinsi Bangka, Noviar Ishak. Kajian ini untuk menyusun dokumen prastudi kelayakan sebagai dasar dalam proses kebijakan dan strategi rencana pembangunan jalur penghubung Bangka-Sumatera, paparnya pada pertemuan Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Sumsel dan Provinsi Bangka dengan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, pada Kamis (18/7).

Dalam pertemuan tersebut Menteri PU PR RI mengungkapkan, proyek ini potensial untuk dibiayai melalui APBN. Mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun. Banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan, misalnya Batam. Saya dukung penuh, fisibility study-nya harus baik dan kuat. Nanti mulai desain. Bila perlu 13 km lewat laut. Kalau APBD kurang mendingan ditangani APBN.

Sebelumnya, pada pertemuan Juni lalu antara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Bangka Belitung, Bupati Bangka Selatan, dan Bupati OKI, H. Iskandar SE sepakat mengirimkan surat resmi kepada Presiden agar pembangunan jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Dalam pertemuan ini kami dan Gubernur Sumsel mengajukan proyek pembangunan jembatan Bangka-Sumatera sebagai Proyek Strategis Nasional atau PSN. Menteri PUPR juga tadi telah memberikan arahan agar kami segera membuat dan mengirim surat kepada presiden, ujar Erzaldi pada Kamis (18/7/2019).

Selain itu, kata Erzaldi, dalam pertemuan Menteri PUPR menyatakan sangat memungkinkan pembangunan jembatan Bangka-Sumatera dilakukan dengan menggunakan dana APBN. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat baik sehingga tahun ini juga beliau menjanjikan akan melakukan Feasibility Study dan pembuatan DED, tutur Erzaldi yang dalam pertemuan itu didampingi Bupati Bangka Selatan serta pihak Dinas PUPR, Dishub, dan Bappeda Pemprov Babel.

Untuk itu, kata Erzaldi, diharapkan adanya dukungan dan doa dari seluruh kalangan masyarakat Babel sehingga pembangunan jembatan ini dapat terealisasi. Jembatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat karena kunjungan di bidang pariwisata ke Babel akan semakin meningkat. "Apalagi di Babel telah ada tiga KEK Pariwisata tentunya Babel akan sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini," harap Erzaldi.

Kata Erzaldi, dengan adanya jembatan ini diharapkan distribusi kebutuhan bahan pokok ke Babel akan semakin lancar. Bila distribusi kebutuhan pokok lancar maka akan sangat memungkinkan harga terkendali dan inflasi pun akan lebih baik lagi. Selain itu arus balik barang atau komoditi dari Bangka ke daratan Pulau Sumatera lebih terbuka lebar karena ada beberapa komoditi khusus yang tak dimiliki di daratan Sumatera ada di Babel dapat didistribusikan keluar, sehingga apa yang dihasilkan oleh Provinsi Babel dapat lebih cepat termanfaatkan. Begitu juga sebaliknya arus barang ke Babel akan lebih lancar, imbuh Erzaldi.

Soal pro kontra atau aspek positif dan negatif, menurut Erzaldi, hal-hal yang positif akan dilebihkan dan hal-hal yang negatif akan  dieliminir. Apalagi setiap kegiatan itu pasti ada pro dan kontranya. Untuk itu mari kita berdoa mudah-mudahan pembangunan jembatan ini dapat terealisasi dengan baik, pungkas Erzaldi.

Loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com