• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Dua Inovasi Ini Jadi Andalan Pemkab Bangka dalam Top 99

Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:48 WIB
Bupati Bangka, Mulkan bersama jajarannya saat menerima penghargaan Top 99 Inovasi. (Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Jakarta - Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementrian Pemberdayaan Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka melalui Inovasi Ojek Lansia dan Ransel Si Dora. Kedua inovasi itu sendiri, merupakan inovasi yang diberikan Pemkab Bangka yang ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Then Suyanti mengatakan, penghargaan yang diberikan langsung oleh Kemenpan-RB, Syafruddin, Kamis (18/7/2019), kepada Bupati Bangka, Mulkan, yakni Ransel Si Dora.

Ransel Si Dora merupakan satu inovasi terintegrasi karena memiliki informasi lengkap seputar darah yaitu data stok darah dan data pendonor yang sudah siap donor secara cepat, realtime, mudah dan bisa diakses  semua masyarakat yang membutuhkan darah dan pendonor setiap saat.

Sebelum inovasi itu dimulai, dikatakannya, data pendonor tidak bisa diakses secara cepat karena masih manual dan tidak lengkap, ditambah lagi ketersediaan stok darah yang tidak bisa diketahui oleh masyarakat yang membutuhkan. 

Melalui Ransel Si Dora, masyarakat Kabupaten Bangka yang membutuhkan informasi donor darah dapat mengakses informasinya melalui web:http://sidora.bangka.go.id. ''Si Dora menyajikan informasi seputar donor darah, informasi data stok darah di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) Daerah Depati Bahrin dan PMI Kabupaten Bangka, informasi data pendonor yang siap donor, form registrasi pendonor, form permintaan darah, nomor kontak atau chat admin, sms notifikasi pemberitahuan saatnya donor darah kembali dan nomor handphone pendonor,'' jelasnya.

Sebelum diterapkannya inovasi Ransel Si Dora pada tahun 2017 lalu, data pendonor tersedia secara manual sebanyak 153 orang. Sedangkan setelah tersedianya database pendonor secara elektronik tahun 2018, jumlah pendonor meningkat tajam menjadi 1.346 orang pendonor. ''Permintaan darah yang terpenuhi juga meningkat dari 4.491 kantong darah pada tahun 2017 menjadi 4.800 kantong darah,'' ungkap Then.

Sementara itu, inovasi pelayanan lainnya dari Pemkab Bangka yaitu, Ojek Lansia, merupakan inovasi yang digagas oleh Puskesmas Penagan, Mendobarat. 

Menurut Kepala Puskesmas Penagan, dr. Nanky Probo Ayu, Inovasi Ojek Lansia memanfaatkan pemberdayaan kader posyandu setempat untuk menjadi para driver bagi para lansia yang memiliki kesulitan akses ke Posyandu lansia.

Para driver ini, diurakain Nanky, mengenal lokasi kediaman dari para lansia ini, dan memahami budaya setempat, serta juga memiliki nilai kearifan lokal. ''Hal ini karena dipercaya oleh keluarga untuk menjemput dan mengantarkan kembali para lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lansia setiap bulannya,'' ucapnya.

Ia melanjutkan, inovasi Ojek Lansia ini juga dilatarbelakangi rendahnya kunjungan posyandu lansia di Desa Penagan yang hanya sebesar 65,47% dibandingkan data desa lainnya yang ada di Kecamatam Mendobarat. ''Dikarenakan oleh keterbatasan mobilitas lansia, ada lansia yang hidup sendiri, tidak memiliki kendaraan, dan tidak adanya anggota keluarga yang mengantarkan lansia untuk datang ke Posyandu sesuai jadwal pelayanan yang ada,'' sambungnya.

Lebih lanjut, Kepala Bapeda Pan Budi Marwoto ikut menuturkan tentang dampak dari inovasi Ojek Lansia tersebut, kunjungan lansia ke posyandu meningkat, dari 65.47% di tahun 2017, meningkat menjadi 84,29% di tahun 2018 dan ditargetkan pada tahun 2019, inovasi ini bisa berkontribusi hingga 100% lansia. 

Pan Budi menyampaikan, saat ini, jumlah penduduk Lansia mencapai 21.155 jiwa atau 6,52 persen dari total populasi Kabupaten Bangka yang mencapai 324.372 jiwa. Para lansia itu terindikasi sangat rentan terhadap penyakit dan kesakitan, terutama hipertensi, arthritis dan stroke. 

Untuk statistik Indonesia menunjukkan, angka kesakitan lansia mencapai 25,05 persen dan angka keluhan kesehatan 47,17 persen. Agar mengelola dan memberikan pelayanan terbaik, kami tentu saja memerlukan inovasi yang brilian. ''Ojek Lansia yang dibidani Puskesmas Penagan diharapkan makin terus berkembang, melayani seluruh penduduk lansia Mendo Barat yang berjumlah 2.493 jiwa atau 5,08 persen dari populasi Mendo Barat. Bahkan kedepan, dengan Peraturan Bupati, kami mewajibkan  seluruh Puskesmas di Kabupaten Bangka untuk mereplikasi inovasi ini," pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com