• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Damkar dan PDAM Disiagakan Pemkab Bangka Cegah Kebakaran Lahan

Rabu, 17 Juli 2019 | 14:22 WIB
Salah satu kebakaran lahan yang terjadi di kabupaten Bangka. (Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Sungailiat - Imbauan diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bangka untuk dapat mencegah kebakaran hutan yang kerap terjadi.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dalam pertemuan bersama Kasat Pol PP Dalyan Amrie dan Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra mengatakan, kebakaran lahan yang sering terjadi, seperti di Kecamatan Sungailiat dan Riau Silip terutama di wilayah Matras, Rebo, Kenanga, dan wilayah Bukit Maras, banyak diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan.

Ia melanjutkan, masyarakat banyak yang memilih membuka lahan dengan cara dibakar agar lebih ekonomis. "Kerapnya kebakaran pada umumnya yaitu proses pembukaan lahan perkebunan. Pembukaan lahan menggunakan alat berat dapat mencapai Rp1 jutaan perhektar, sedangkan pembakaran mungkin hanya membutuhkan Rp200 Ribuan perhektar," jelasnya, Rabu (17/7/2019).

Syahbudin menilai, proses pembakaran hutan ini sangat lah merugikan pihak lain, apalagi dimusim jelang kemarau, karena api akan lebih cepat menyebar. ''Ditambah lagi dengan hembusan angin kencang memperparah api dengan cepat menjalar,'' ucapnya.

Lebih lanjut, hal tersebut diperparah apabila pembakaran lahan terjadi di tengah pemukiman warga, dimana api akan dengan cepat melahap apa pun yang ada di sekelilingnya. 

Dirinya juga pernah mengajak Polres Bangka untuk berkoordinasi dalam mencegah parahnya pembakaran hutan di wilayah Kabupaten Bangka. "Ada punishment kalau bisa bagi pelakunya, biar ada jeranya," ucap Syahbudin.

Sementara itu, Daylan Amri, Kepala Satian (Kasat) Pol PP Kabupaten Bangka juga menuturkan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Timnya sendiri akan berupaya untuk segera mungkin tiba dilokasi. Namun kendala Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Bangka terlalu luas. WMK yang seharusnya hanya 15 kilometer (km), jadi membutuhkan waktu yang cukup lama menjangkau lokasi, apabila terjadi kebakaran tersebut. ''Personil kita rasa sudah cukup, tinggal masalah suplai air yang terkadang sulit. Seharusnya kita memiliki 4 mobil tanki untuk suplay air atau bisa juga setiap kecamatan memiliki 1 mobil tanki suplai air," imbuhnya.

Lebih lanjut, terdapatnya masalah suplai air tersebut, Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra menyampaikan, pihaknya akan ikut serta berupaya berkoordinasi dalam hal suplai air. ''Sudah kita sediakan juga titik pembuangan air di kawasan padat penduduk. Itu bisa digunakan untuk suplay air apabila terjadi kebakaran di area padat penduduk, begitu juga dengan area perkantoran yang juga telah kami pasang," tegas Suhendra.

Sementara itu, bagi masyarakat yang mengetahui adanya peristiwa kebakaran, dapat langsung menghubungi pihak damkar melalui aplikasi Aplikasi SPGDT Bangka yang dapat didownload di android yakni di aplikasi playstore.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com