• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Terlewat Ihram di Miqat, Jamaah Haji Bisa Kena Dam 1 Ekor Kambing

Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:54 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Mekkah - Haji merupakan ibadah yang terikat pada waktu dan tempat. Karena itu dikenal istilah miqat. Miqat merupakan permulaan ibadah haji dan umrah yang berarti tempat atau waktu memulai ihram.

Miqat pada dasarnya memiliki dua sisi, yakni miqat zamani dan miqat makani. Untuk haji, miqat zamani ditentukan pada bulan Syawal hingga 10 hari pertama di bulan Zulhijjah. Sementara miqat makani merupakan tempat yang digunakan jemaah haji dan umrah untuk mulai berihram.

Ada empat lokasi miqat makani, yakni bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah atau Bir Ali, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam.

Jika jamaah terlewat mengambil miqat di tempat yang ditentukan, Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi KH Ahmad Kartono menganjurkan kembali jika jamaah berada di tengah perjalanan dan belum terlalu jauh dari tempat miqat.

"Jika sudah terlalu jauh, kalau dari Madinah kalau belum melewati miqat kedua, bisa ke Ju'fah. Ketika sudah jauh sampai masuk Mekah, maka secara hukum bisa niat di Mekkah ihramnya, tapi ada konsekuensi dam 1 ekor kambing," kata Kartono.

Dia menjelaskan, jika tidak mau membayar dam alias denda, maka jamaah bisa keluar Kota Makkah, sekira 9 km dari luar Kota Makkah dan berniat ihram. "Solusi ini bisa diambil untuk jemaah yang terlewatkan miqatnya," ucap dia.

Kartono mengingatkan, jika sudah berihram maka sudah berlaku larangan-larangan sampai dengan selesai bertahalul. Di antara larangannya adalah memakai wangi-wangian, menggunting kuku, membunuh hewan, mencukur rambut atau jenggot, melakukan pernikahan dan berhubungan intim, dan mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki.

"Nah, kalau terjadi jemaah yang melakukan pelanggaran karena lupa, dia tidak ada kesengajaan, tahu-tahu dia pakai minyak wangi karena lupa atau tidak tahu hukumnya, hukumnya diampuni. Tidak kena sanksi apa-apa. Karena dalam sebuah hadis, umat ku akan diampuni karena lupa, kesalahan tidak disengaja, dan karena terpaksa," kata dia.

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : okezone