• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Petani Bateng Mampu Hasilkan 6 Ton Jagung per Satu Hektare Lahan

Kamis, 11 Juli 2019 | 07:50 WIB
Ilustrasi. Foto : net
Loading...

Klikbabel.com, Namang - Usaha apa saja, jika ditekuni tentu akan membuahkan hasil. Seperti yang dilakukan oleh Repi, petani jagung Desa Cambai Selatan, Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam sekali panen, ia bersama kelompok tani mampu menghasilkan 6 ton jagung dalam satu hektare.

"Saat ini koptan kami sudah menggarap lahan untuk tanaman jagung lebih dari 12 hektar dan tahap penambahan lagi 12 hektar menjadi 24 hektar. Untuk lokasinya terpencar, ada di Kecamatan Pangkalan Baru dan ada di Kecamatan Namang Bateng," ulasnya, Rabu (11/7).

Terkait penjualan, Repi mengaku tidak merasa kesulitan. Setiap masa panen 3 bulan sekali, pembeli atau pengepul jagung Pipil datang langsung kebun jagung. "Saat ini jagung Pipil dibeli dengan harga Rp.5000/kg,"katanya.

Itu artinya, per satu hektare lahan petani mampu menghasilkan Rp30 juta. Repi mengaku produktifitas jagung Pipil yang dihasilkan Koptannya berkisar 5 hingga 6 ton/ hektar. "Kalau kita totalkan dalam tiga bulannya, koptan kita bisa menghasilkan 72 ton jagung pipil saat ini. Kemungkinan 3 bulan kedepan menjadi 144 ton," ungkapnya.

Darman, petani jagung lainnya mengaku jagung merupakan salah komoditi yang menggiurkan untuk ditekuni menjadi usaha tetap.

Saat ini, ia menggarap hampir 4 hektare lahan untuk ditanami jagung. "Awalnya kebun jagung saya hanya 2 hektar, untuk panen sekarang sudah saya kembangkan menjadi 3 hektar dan kedepan ditambah lagi menjadi 4 hektar," kata Darman.

Untuk jagung yang ia tanam jenis Bisi, sebab jagung yang di produksi ini untuk pakan ternak atau sering disebut jagung Pipil. "Jagung Pipil yang diingin pengepul, yakni jenis Bisi," katanya.

Untuk pemasaran, Darman mengaku tak susah. Setiap panen, para pengepul sudah memesan dan dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram.

Darman mengaku butuh keseriusan dan keyakinan kuat dalam bercocok tanam. Sebab, modal bercocok tanam jagung yang dikeluarkan nilainya cukup besar. Yakni mencapai Rp.15 hingga Rp.18 juta/ hektar. Modal ini dikeluarkan mulai dari penggarapan lahan dari awal hingga panen.

"Kalau ragu-ragu, modal habis bertani gagal. Alhamdulillah dari awal kami tidak ragu, karena kami mendapatkan penyuluhan dari Pemkab Bateng melalui program Ibnu Saleh Besame Rakyat," katanya.

Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com