• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sejahterakan Petani Jagung Bateng Melalui Program Ibnu Saleh Besame Rakyat

Rabu, 10 Juli 2019 | 15:13 WIB
Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh saat panen jagung (Roni/Klikbabel.com)
Loading...
Klikbabel.com, Namang - Dari petani harus naik menjadi pengusaha jagung. Hal demikian di katakan Bupati Bangka Tengah (Bateng), H Ibnu Saleh di hadapan para petani jagung Desa Cambai Selatan, Kecamatan Namang Kabupaten Bateng.
 
"Melihat usaha yang dicapai petani lumayan signifikan. Profesi petani harus berganti dengan wiraswasta pengusaha jagung," kata Ibnu Saleh di kebun salah satu petani jagung Desa Cambai Selatan, Rabu (10/7/2019).
 
Ibnu mengaku bangga melihat petani jagung di Bateng sangat antusias mengembangkan usahanya. Melalui programnya Bersama Membangun Ekonomi (Besame) Rakyat, Ibnu memberikan bantuan berupa bibit, pupuk dan sarana prasarana pertanian ke petani yang tergabung dalam kelompok tani.
 
"Bangga sekali lihat hasil yang luar biasa ini. Saya bersama dinas terkait melalui program Ibnu Saleh Bersama Membangun Ekonomi  (Besame) Rakyat terus memberikan bantuan bagibpetani ," ungkapnya.
 
Ia berpesan kepada masyarakat jangan malu menjadi petani karena itu merupakan salah satu komponen pengendali harga hasil pertanian di pasar lokal. Petani juga orang yang berjasa pada keberlangsungan ekonomi rakyat.
 
"Coba semua komoditi didatangkan dari luar Bangka Belitung, misal dari Sumatera Selatan, otomatis harganya semakin mahal, rakyat juga pasti menjerit. Nah, semakin tinggi produksi petani lokal, semakin rendah harga di pasaran. Petani juga secara tidak langsung menjadi orang yang berjasa dan penyukseskan program Ibnu Saleh Bese Rakyat Bateng," ungkapnya sambil tersenyum.
 
Salah satu petani jagung Desa Cambai Selatan, Darman menjelaskan jagung merupakan salah komoditi yang menggiurkan untuk ditekuni menjadi usaha tetap.
 
"Kalau saya pribadi, dari petani memang harus menjadi pengusaha jagung seperti yang di arahkan Bupati Bateng yang tertuang dalam program Ibnu Saleh Besame Rakyat," katanya kepada Klikbabel.com.
 
Keseriusan Darman dibuktikannya dengan menanam jagung hingga mencapai 4 hektar di Desa Cambai Selatan. 
 
"Awalnya kebun jagung saya hanya 2 hektar, untuk panen sekarang sudah saya kembangkan menjadi 3 hektar dan kedepan di tambah lagi menjadi 4 hektar," kata Darman.
 
Untuk jagung yang ia tanam jenis bisi, sebab jagung yang di produksi ini untuk pakan ternak atau sering disebut jagung pipih.
 
"Jagung pipih yang diingin pengepul, yakni jenis bisi," katanya.
 
Darman mengaku jagung yang dipanennya bersama Bupati Bateng, H Ibnu saleh ini sudah ada yang memesan.
 
"Semuanya sudah dipesan, sore ini tinggal di angkut pengepul atau pembeli dengan harga Rp5.000/kg," katanya.
 
Darman mengaku butuh keseriusan dan keyakinan kuat dalam bercocok tanam. Sebab, modal bercocok tanam jagung yang di keluarkan nilainya cukup besar, yakni mencapai Rp15 hingga Rp18 juta/ hektar mulai dari penggarapan lahan dari awal hingga panen.
 
"Kalau ragu-ragu, modal habis bertani gagal. Alhamdulillah dari awal kami tidak ragu, karena kami mendapatkan penyuluhan dari Pemkab Bateng melalui program Ibnu Saleh Besame Rakyat," katanya.
 
Ia berjanji akan mengajak masyarakat Bateng untuk menanam jagung pipih. Iapun tidak sungkan mempersilahkan warga yang ingin bertani jagung pipih.
 
"Kalau mau belajar, silakan datang kesini. Sesama petani, saya siap memberi ilmunya," pungkasnya
Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com