• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Saksi Benarkan Terdakwa Sebar Video Penistaan Agama di Grup WA Alumni Sekolah

Selasa, 09 Juli 2019 | 15:31 WIB
Sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan kembali digelar di Pengadilan Negeri Mentok, Selasa (9/7/2019). Foto : Ira/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Sidang lanjutan kasus penistaan agama dengan terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan kembali digelar di Pengadilan Negeri Mentok, Selasa (9/7/2019). Terdakwa Daud didampingi oleh Pengacaranya. Sama dengan sidang sebelumnya, agenda sidang kali ini juga mendengarkan keterangan dari saksi fakta. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hukum, Golom Silitonga, SH MH.

Kedua saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum, Hendra Syahputra pada sidang lanjutan yaitu Revi Arisandi dan Yayan Senjaya merupakan anggota grup whatsapp dari Alumni SMK Negeri 4 Pelayaran Kota Pangkalpinang. Sebelum memulai persidangan, kedua saksi ini disumpah terlebih dahulu dengan kitab suci Alquran. Saat sidang dimulai, kedua saksi juga sempat diperlihatkan dua video penistaan agama yang dilakukan oleh terdakwa Daud.

Saat persidangan, kedua saksi diberikan beberapa pertanyaan terkait seputaran video penistaan agama tersebut. Revi dan Yayan membenarkan bahwa terdakwa menyebarkan kedua video tersebut. Revi Arisandi menyebutkan bahwa pertama kali dirinya melihat video tersebut di grup whatsapp alumni SMK Negeri 4 Pelayaran.

"Saya lihat di Grup Whatsapp Alumni SMKN 4. Waktu itu tanggal 8 April 2019 pukul 00.18 wib," begitu keterangannya.
 Revi juga sempat memberi komentar di grup WA terkait video yang diupload oleh terdakwa. "Saya komentar kenapa Daud seperti itu menghormati lebih baik daripada menghina. Dijawabnya hormat gerak," ujar Revi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Yayan. Dalam persidangan, Yayan menjelaskan dirinya juga melihat video penistaan agama tanggal 8 april 2019. Setelah melihat video tersebut, kata Yayan banyak menimbulkan reaksi dari teman - temannya dalam grup WA tersebut. "Reaksi teman - teman di grup wa itu macam - macam, ada yang marah dan ada yang menasehati," jelas Yayan.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi fakta, Ketua Majelis Hukum, Golom Silitonga menutup kembali persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar minggu depan, Rabu (17/07/2019) dengan agenda mendatangkan saksi ahli.

Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com