• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Delapan Bulan Buron dari Polres Basel, Akhir Pelarian Pembunuh Frans Tertangkap di Bekasi

Senin, 08 Juli 2019 | 19:58 WIB
Febrian alias Rian Kambing, pelaku pemerkosa EP dan Hendi pelaku pembunuh Frans Sinatra saat dihadirkan dalam konferensi pers Polres Basel yang dipimpin Kapolres AKBP Aris Sulistyono. Foto : Devi/klikbabel.com-
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Kasus tindak pidana yang dinilai menonjol berhasil ditangani dan diungkap Satreskrim pimpinan AKP Albert Tampubolon bersama Unit Tim Panther Polres Basel. Yakni kasus pembunuhan yang terjadi pada bulan Agustus tahun 2018 lalu di Kecamatan Toboali.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (8/7) sore di Ruang Briefing Mapolres Basel, Kapolres AKBP Aris Sulistyono, didampingi Wakapolres Kompol Andi Haloho dan Kasatreskrim AKP Albert Daniel Tampubolon menjelaskan, setelah delapan bulan lamanya memburon, pelaku akhirnya dapat ditemukan.

"Setelah delapan bulan berlalu, pelaku akhirnya ditemukan keberadaanya melalui proses penyidikan. Sehingga pelaku atas nama Hendi, warga Teladan Toboali yang juga residivis kasus pengeroyokan berhasil ditangkap dan diamankan di Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Pengungkapan kasus pelaku pembunuhan yang sudah delapan bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut ditegaskan AKBP Aris adalah sebuah prestasi yang pihaknya suguhkan untuk HUT Polri ke-73. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menangani sebuah perkara yang menjadi perhatian.

"Kasus ini menindaklanjuti dari LP/B-375/VIII/2018/Babel/Res Basel/SPKT tanggal 23 Agustus 2018. Sampai dengan saat ini, proses penyidikan terus dilaksanakan sehingga alat bukti yang berhasil dijadikan sebagai kunci utama untuk mentersangkakan Hendi yaitu hasil visum," kata dia.

Selain itu, ada juga keterangan saksi dan sajam atau pisau yang digunakan pada saat melakukan penikaman terhadap korban atas nama Frans Sinatra (25) warga Jl dr Wahidin, Toboali. Hasil interogasi, motif pelaku tega membunuh korban karena faktor sakit hati.

"Sejak menikam korban hingga nyawanya tak tertolong karena menderita pendarahan yang cukup serius, pelaku dengan cepat meninggalkan wilayah hukum Polda Babel dan Toboali khususnya. Pelaku sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya hasil deteksi baik secara konvensional maupun dengan jaringan informan yang dimiliki," bebernya.

Tim kemudian mulai melakukan investigasi secara menyeluruh sehingga pada akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Di sana, pelaku pembunuhan ini telah bekerja pada salah satu pengusaha tenda. Karena bersifat teknis, kepolisian tak mengungkap kendala yang dihadapi dalam mengungkap kasus tersebut sehingga pelaku telah memburon selama delapan bulan.

"Sebetulnya itu masalah teknis, tidak bisa kami sampaikan. Namun kami informasikan bahwa sejak pelaku meninggalkan Toboali sudah tidak menggunakan sarana komunikasi. Dia juga hidup berpindah-pindah tempat, tidak tetap pada satu tempat," jelasnya.

Karena itulah, dalam proses penyidikan
Didalam mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan Hendi sempat memakan waktu. Di sana juga, polisi turut mengamankan Febrian (26) alias Rian Kambing, warga Jl Teladan Toboali, pelaku pemerkosaan terhadap EP (19) warga Toboali.

Berdasarkan LP/B-396/X/2016/Babel/Res Basel/SPKT II tanggal 2 Oktober 2016, pelaku ini juga seorang resedivis atas kasus pengeroyokan. Hasil visum membenarkan korban mengalami kasus pemerkosaan yang dilakukan pelaku.

Dengan tertangkapnya dua pelaku tersebut, Polres Basel akan melakukan pendalaman barang bukti sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Dimana pelaku Hendi terancam Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Sedangkan Febrian, terancam Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Saat ini pelaku dalam kondisi sehat, dan tim berhasil menangkap dua pelaku ini dalam pelaksanaannya terdukung dan bekerjasama dengan Polsek Cikarang Utama," ungkapnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com