• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Hari UMKM Nasional, Pemprov Babel Gelar Workshop

Kamis, 27 Juni 2019 | 15:24 WIB
Foto bersama saat kegiatan HUT UMKM Internasional berlangsung (Septi/Klikbabel.com)
Loading...
Klikbabel.com, Pangkalpinang - Dalam memperingati hari UMKM Internasional tahun 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung menggelar workshop dengan mengangkat tema "SDM Baru Dari UMKM Milenial Siap Menghadapi Perang Dagang".
 
Tidak hanya pelaku usaha dan intansi pemerintah, peserta workshop juga diikuti oleh kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. Kegiatan berlangsung di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Rumah Dinas Gubernur Babel, Kamis 27 Juni 2019.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel, Elfiena mengatakan perayaan HUT UMKM ini dilaksanakan secara serempak seluruh Indonesia yang daerahnya sudah membentuk Internasional Council For Small Business (ICSB) .
 
"Kita diimbau untuk ikut merayakan HUT UMKM Internasional. Dalam moment ini kita juga mengadakan sosialisasi sekaligus workshop," ujarnya
 
Elfiena bersyukur rangkai kegiatan HUT UMKM Internasional tersebut disuport oleh gubernur, diantaranya kegiatan sosialisasi untuk mendapatkan beasiswa dan sebagainya. Kegiatam juga disertai dengan penandatanganan MoU antar Pemprov Babel dengan ICSB.
 
"Nantinya ICSB juga akan dibentuk di setiap kabupaten/kota. Harus ada sinergisitas antar ICSB pusat dengan provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
 
Untuk kegiatan lanjutan, tambah Elfiena Pemprov Babel akan ikut menjadi duta UMKM antar negara. "Akan ada perwakilan yang ikut Duta UMKM dari Babel yang ikut dalam ajang Duta UMKM skala Internasional," katanya.
 
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan keberadaan UMKM bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia semakin menjadi perhatian, khususnya di dunia internasional. Sejak persatuan bangsa-bangsa menetapkan tanggal 27 Juni sebagai hari UMKM Internasional menjadi pendorong UMKM di Indonesia termasuk Provinsi Kepulauan Babel juga ikut merayakan hari tersebut dengan semangat ingin memajukan perekonomian dengan kekuatan humane entrepreurship.
 
Hari UMKM Internasional adalah bukti nyata bahwa keberadaan UMKM mendapatkan perhatian dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI menunjukkan bahwa pada tahun 2018 UMKM mampu memberikan kontribusi sebesar 60,34 persen terhadap PDB nasional, memperluas lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja dan mampu berperan sebagai stabilitator ekonomi dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi global.
 
Dalam kesempatan tersebut, Erzaldi mengucapkan selamat Hari Ulang  Tahun kepada pelaku UMKM yang ada di Babel dan ia berharap agar UMKM dan start up dapat menerapkan prinsip-prinsip dasar dari humane entrepreneurship yang merupakan konsep kewirausahaan  yang mengedepankan nilai manusia agar lebih  meningkatkan daya  saing, lebih profesional, semakin produktif, berfikir kreatif dan memiliki jiwa entrepreurial yang tinggi.  
 
"Memang tidak mudah untuk mengembangkan usaha karena kita menyadari bahwa pelaku UMKM dan start up menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dan berat seperti terbatasnya akses UMKM kepada sumber daya produkting seperti permodalan, pasar dan informasi. Terlebih lagi teknologi berkembang dengan cepat sehingga perkembangan dunia usahapun bergerak semakin cepat," ujarnya.
 
Untuk mengatasi hal tersebut tentunya dibutuhkan kebijakan yang tepat dan cepat melalui perencanaan program dan kegiatan serta mendorong sinergitas lintas sektor serta lembaga salah satunya adalah ICSB yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, peneliti dan dunia usaha, baik kecil, menengah maupun besar guna mendorong percepatan pengembangan UMKM dan start up di Babel.
 
Ia berharap agar UMKM dan start up fokus pada empat hal yaitu peningkatan profesionalisme, produktivitas, kreativitas dan entrepreunership.
 
"Kami juga berharap agar pelaku usaha tidak hanya mengedepankan proses bisnis semata dan mencapai keuntungan namun juga meningkatkan aspek manusia dan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kritikan harus diterima dan mau belajar. Kita harus belajar teknologi karena teknologi ini palinh cepat dan berkembang," tuturnya.
Loading...


Penulis  : Septi. A
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com