• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sempat Ditunda, Terdakwa Kasus Penistaan Agama Kembali Disidangkan

Selasa, 25 Juni 2019 | 15:13 WIB
Kondisi saat sidang terdakwa kasus penistaan agama Ira/Klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Daud Rafles Lumban Toruan alias Daud, terdakwa kasus penistaan agama, hari ini Selasa (25/06/2019) kembali menjalani sidang. Minggu lalu, terdakwa sempat menjalani sidang namun dikarenakan penasihat hukum tak hadir jadi sidang ditunda terlebih dahulu. 

Agenda sidang kasus penistaan agama adalah pembacaan dakwaan.Sidang kasus penistaan agama ini dijaga ketat oleh 105 personel Polres Bangka Barat. Selain dijaga ketat oleh aparat kepolisian, persidangan ini juga dihadiri oleh sejumlah masyarakat umat islam dan pendamping terdakwa.

Saat persidangan dimulai, Penuntut umum, Hendra mulai membaca dakwaan. Kemudian, Hendra menyampaikan akan mendatangkan 5 orang saksi fakta dan 1 orang saksi ahli. Terdakwa diancam dengan pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik primair dan diancam pidana pasal 156a KUHP subsidair.

Penasihat hukum terdakwa, Mararusio yang hadir dalam persidangan tersebut tidak keberatan dengan dakwaan yang dibacakan oleh penuntut umum. Namun dirinya menyampaikan agar terdakwa Daud untuk cek kejiwaan. "Kami menyampaikan permohonan dari surat keterangan dokter bahwa secara kejiwaan anak ini harus berobat ke Dokter Risman Saragih," katanya.

Mendengar permohonan dari penasihat hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim Golom, Silitonga, SH MH bersama dengan dua anggota hakim lainnya akhirnya memutuskan untuk menunda persidangan pada pekan depan yaitu hari Rabu (04/07/2019 ) pukul 11.00 WIB. "Hari ini adalah pembacaan surat dakwaan. Dakwaan sudah disampaikan, demikian minggu depan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lima orang saksi fakta dan 1 orang saksi ahli," tutup penuntut umum, Hendra.

Loading...


Penulis  : Septi. A
Editor    : Septi Artiana
Sumber : Klikbabel.com