• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sopli Menduga Ada Penggelembungan 20 Suara

Jumat, 21 Juni 2019 | 01:22 WIB
Ketua KPU Basel Amri (kiri), didampingi Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Muhidin. (Foto : Devi Putra/klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com,Toboali - Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Basel Muhidin mengatakan, caleg Partai Demokrat nomor urut 2 dari Dapil IV DPRD kabupaten Basel, Sopli melayangkan gugatan ke MK karena tidak puas atas selisih 8 suara dari caleg nomor urut 1 Hendri yang satu partai dengannya. 

Apalagi, sebelumnya hasil rekapitulasi suara mulai dari tingkat TPS, PPK hingga kabupaten telah di-pleno-kan. Tak hanya masyarakat, gugatan yang dilayangkan tersebut tentunya turut mengejutkan pihak KPU dan Bawaslu Basel. 

"Gugatan dia (Sopli, red) muncul setelah perubahan permohonan yang diajukan ketua DPD Partai Demokrat Babel Eko Wijaya ke MK. Padahal sebelumnya di rekapitulasi tingkat PPK Dapil IV yang mencakup, Kecamatan Payung, Pulaubesar dan Simpangrimba, seluruh saksi menerima hasil pleno," kata Muhidin, Kamis (20/6/2019).

Saat ini pihaknya sudah meminta kronologis kejadian kepada PPK terkait kasus Sopli ini. Sebab, waktu pleno di Kantor Camat Simpangrimba, semua berjalan dengan lancar dan tidak ada keberatan. Baik dari saksi maupun Bawaslu.

Sementara itu, Komisioner Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPPS) Bawaslu Basel Erik mengungkapkan, Sopli merasa C1 salinan yang dimiliki ada ketidakesesuaian dengan perolehan caleg nomor 1 Hendri dalam selisih suara di internal Partai Demokrat. 

"Bahkan dia (Sopli, red) menduga, caleg nomor 1 telah menggelembungkan 20 suara di TPS 02, 06 dan 09 di desa Rajik dan Permis Simpangrimba. Namun saat rekapitulasi di tingkat PPK bahwa tidak ada penggelembungan suara atau pun selisih," ujar Erik. 

Memang, dalam prosesnya di tingkat TPS memang ada salah penulisan dalam satu kolom dan kemungkinan inilah yang jadi permasalahan. Akan tetapi disebutkan Erik kesalahan tersebut tidak merubah hasil dan menambah angka. 

"Sebab total seluruh perolehan seluruh Partai Demokrat tidak berkurang dan bertambah. Ini hanya human error ada kesalahan penempatan kolom. Itu juga C1 yang dimiliki Panwascam ada kesamaan. Sehingga total suara sah dan tidak sah tersebut tidak ada yang bertambah dan berkurang," paparnya.

Dimana, tambah dia, data tersebut telah disinkronkan dengan jumlah pengguna hak pilih, surat suara yang digunakan dan suara sah tidak sah seluruh caleg. Jadi jika tiga item ini sinkron, tidak ada alasan untuk membuka kotak sebagaimana permintaan pemohon. Kecuali, ada yang tidak sinkron dari ketiga item tersebut.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com