• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sudah 2 Tahun, Warga Dusun Dua Belo Laut Ini Terkena Penyakit Langka

Kamis, 13 Juni 2019 | 16:30 WIB
Sumartin, warga Belo Laut yang menderita sakit langka. Foto : Ira/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Muntok - Sungguh malang nasib Sumartin (48). Warga Dusun Dua Belo Laut ini menderita penyakit langka yang sudah menggerogoti tubuhnya selama 2 tahun belakangan ini. 

Penyakit langka yang ia derita memiliki ciri - ciri anggota badannya menghitam, gatal-gatal, kulit mengelupas, berair, panas, dan tiba-tiba kedinginan.

Sumartin bercerita awal mula terkena penyakit langka tersebut disebabkan oleh alergi. Setelah itu, ia merasakan kulitnya gatal - gatal lalu tumbuh bentol seperti kena gigitan nyamuk. Lalu tak lama kemudian kulitnya tiba - tiba mengelupas hingga pecah-pecah.
 
" Dua tahun lalu gejalanya muncul, awalnya saya kira tidak apa-apa tapi jadi begini," kata Sumartin, Kamis (13/6)

Sumartin mengatakan dirinya telah melakukan berbagai upaya demi kesembuhan penyakit langka yang ia derita selama dua tahun ini mulai dari berobat ke rumah sakit yang ada di Muntok, rumah sakit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dokter umum, sampai berobat ke orang pintar pun pernah ia tempuh. Dirinya pun sampai harus menjual sepeda motor miliknya agar dapat mencukupi biaya pengobatannya.

"Kalau kata dokter alergi, tapi saya bingung juga, sample untuk pengecekan sudah diambil tinggal menunggu hasilnya. Ya saya sudah pasrah lah," jelasnya.

Di lain pihak, Kepala Desa Belo Laut, Ibnu menjelaskan pihaknya bersama petugas kesehatan telah mendatangi rumah warganya yang menderita sakit langka tersebut. 

Pihaknya pun tak dapat berbuat banyak karena apabila menggunakan dana desa harus sesuai aturan. Maka untuk membantu Sumartin, pihaknya akan mengajukan proposal.

"Kami permudah urusan jika kelurganya berurusan terutama untuk keperluan yang sakit, kami juga telah mengajukan proposal ke PT Timah dan masih menunggu hasil," Imbuhnya.

Loading...


Penulis  : Ira
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com