• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PPDB Sudah Dekat, Masyarakat Kesulitan Akses Syarat dan Zonasi

Kamis, 13 Juni 2019 | 09:42 WIB
Pemerhati pendidikan dan advokat, Hangga OF. (Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019 yang dijadwalkan sekitar Juli mendatang menimbulkan kekhawatiran para orang tua. Sebab, hingga saat ini belum tampak adanya informasi pendaftaran dibuka.

Ke-simpangsiur-an ini dikeluhkan masyarakat, terlebih terkait adanya kabar persyaratan usia bagi calon siswa Sekolah Dasar (SD), serta kemampuan baca tulis. Kepanikan ini mendapat tanggapan pemerhati pendidikan Pangkalpinang sekaligus advokat, Hangga OF.

Dijelaskannya, mengacu pada Permendikbud no 51 tahun 2018, usia wajib sekolah dasar adalah 6 sampai dengan 7 tahun, kurang dari itu harus ada rekomendasi dari psikolog. Sementara, lewat usia dari itu tidak diatur apakah masih dapat diterima bersekolah, terkecuali untuk sekolah berkebutuhan khusus boleh-boleh saja usianya melebihi 7 tahun.

Lebih lanjut, dalam Permendikbud itu tidak tercantum adanya syarat khusus lebih dari soal usia dan zonasi, seperti tes kemampuan baca tulis. "Calon didik SD tidak perlu di tes baca tulis dan hitung karena akan melanggar peraturan yang ada," ujarnya kepada klikbabel.com, Kamis (13/6/2019).

Menurut Hangga, acuan masyarakat untuk PPDB 2019 cukup Permendikbud no 51 tahun 2018, walaupun seharusnya ada aturan turunannya berupa Peraturan Walikota no 12 tahun 2019. "Tapi faktanyakan Perwako itu belum bisa diakses dan belum disosialisasikan ke masyarakat luas," terangnya.

"Contoh, kita mau cari info zonasi dan Perwako serta pengumuman syarat calon peserta didik di media daring maka tidak akan ada, di media luring juga tidak diketemukan baik disekolahan maupun dinas terkait," tambahnya.

Hangga menambahkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP tidak menjadi syarat satu-satunya untuk orang tua wali menentukan sekolah tujuan anaknya. "Dengan dasar keterangan domisili lebih dari satu tahun pun bisa dilakukan dengan catatan harus dibuktikan kebenarannya karena ada sanksi hukum," tutupnya.

Loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com