• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Mempopulerkan Gerakan Baca Yasin di Sekolah

Rabu, 12 Juni 2019 | 09:12 WIB
Suryan, Guru SD Negeri 14 Parittiga, Bangka Barat
Loading...

Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, yang menyebutkan bahwa gerakan penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan, menjadi sebuah penggugah insan pendidikan. Bagaimana tidak, jika tiada hal tersebut berarti sebuah sekolah dapat diumpamakan bagai slogan hidup segan, mati tak mau. Artinya, sebegitu pentingnya penanaman pendidikan karakter itu di sekolah dan menjadi sebuah keharusan.

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik. Mengisi aktivitas di sekolah dengan berbagai kegiatan yang dijadikan sebagai rutinitas yang berkelanjutan merupakan salah satu wujud dari penerapan pendidikan karakter. Aktivitas tersebut terbagi kepada 4 dimensi. Yakni dimensi olah hati (etik), olah pikir (literasi), olahrasa (estetik), dan olahraga (kinestetik).

Salah satunya aktivitas yang benilai religius. Aktivitas ini dapat dikategorikan bagian dari pendidikan karakter dimensi olah hati. Yakni menjadikan individu melalui kerohanian secara mendalam, beriman, dan bertaqwa. Gerakan membaca Surat Yasin di sekolah adalah salah satu bagian daripada dimensi olah hati tersebut. Oleh karena itu, selayaknya menjadi sebuah aktivitas yang yang harus digalakkan untuk diterapkan di sekolah yang notabene berstatus bukan basis agama. Tidak dipungkiri, berdasarkan pengamatan penulis, aktivitas membaca Surat Yasin ini belum menjadi kegiatan rutinitas di sekolah yang ada di Kepulauan Bangka Belitung ini, bahkan juga di level tingkat nasional (Indonesia). Kecuali di lingkungan pesantren. Kalau pun ada, biasanya hanya dilakukan di momen-momen tertentu saja, bukan sebagai kegiatan rutinitas.

Tapi kita bisa sedikit berbangga, karena di Bangka Belitung adalah salah satu sekolah yang berada di ujung utara Negeri Sejiran Setason dan telah menjalankan rutinitas ini selama kurang lebih 5 tahunan. Dimulai sejak tahun 2014 dan kala itu masih dilaksanakan di ruang kelas 6. Kemudian sejak dibangunnya mushala sekolah tahun 2015, kegiatan ini semakin semarak. Sekolah tersebut adalah SD Negeri 14 Parittiga yang berada di Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, yang saat ini menjadi tempat penulis mengabdi.

Aktivitas ini digagas oleh kepala sekolah (Bapak Suminan, S.Pd.SD) yang hingga saat ini masih beliau sandang. Kegiatan ini laksanakan setiap Jumat pagi dimulai sebelum masuk ke kelas atau sebelum proses belajar mengajar dimulai. Tidak pernah terbayangkan oleh penulis saat pertama kali datang ke sekolah tersebut, bahwa di sekolah yang berada di ujung utara tersebut telah berlansung selama 5 tahun aktivitas yang bernilai religius. Tulisan ini tidak memiliki segi arti lebih luas, penulis hanya berharap ini menjadi sebuah hal yang penting dan mendapat perhatian. Semoga aktivitas ini menjadi sebuah kegiatan yang digalakkan dan bersemi di Negeri Serumpun Sebalai terlebih menjadi agenda ke level nasional.(**)

 

 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com