• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Keluarga Korban Terkaman Buaya Anggap Musibah & Tolak Otopsi

Selasa, 14 Mei 2019 | 21:11 WIB
Evakuasi jasad Mahrom oleh Basarnas dibantu masyarakat. Foto ; ist
Loading...

Klikbabel.com, Pulaubesar - Jasad korban yang diterkam buaya di Sungai Empek, Dusun Pasirputih, Bangka Selatan, Mahrom langsung dibawa ke rumah duka pasca ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (14/5) sekira pukul 10.00 WIB tadi pagi. Keluarga duka, menolak untuk dilakukan otopsi. 

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Payung Iptu Epriansyah saat dimintai konfirmasi wartawan. Kapolsek mengatakan, keluarga menolak jasad Mahrom diotopsi, kendati terdapat sejumlah luka yang diduga kuat bekas cabikan sang predator. 

"Kata pihak keluarga korban kejadian ini murni musibah. Jadi pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Setelah dievakuasi jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya disemayam dan dikebumikan," kata dia.

Dia menceritakan, jasad korban ditemukan di alur Sungai Empek dalam kondisi terapung diatas permukaan air. Setelah dikabarkan menjadi korban keganasan buaya dan dilakukan pencarian selama empat hari terakhir. Kala itu, korban sedang mencari ikan bersama rekannya, Diki. 

"Usai ditemukan, tim SAR gabungan di bantu warga melalukan evakuasi menggunakan kantong jenazah sekitar jam 11.30. Warga sempat geger dan berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Alhamdulillah hari ke empat pencarian ini membuahkan hasil," terangnya. 

Penjabat Sementara (Pjs) Kades Bedengung Abdul Roni menjelaskan, jasad warganya itu pertama kali ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terbujur kaku dan beberapa bagian tubuhnya tercabik karena diduga terkena gigitan hewan reptil bertubuh besar yang hidup di air itu. 

"Pencarian korban sebelumnya dilakukan selama 24 jam. Ada bantuan dari tim Polsek Payung, Bhabinsa, SAR kota Pangkalpinang dan provinsi serta masyarakat setempat, melakukan pencarian secara silih berganti. Tim juga sempat buat tenda darurat," jelasnya. 

Tenda tersebut dibangun tim menggunakan peralatan alakadarnya. Selain tenda darurat, tim sar juga mendirikan posko darurat guna memudahkan pencarian korban.

"Alhamdullah rasa kesetiakawanan masyarakat dan tim cukup tinggi. Mereka tak mengenal lelah dan terus melakukan pencarian sebelum tubuh Mahrom ditemukan," terangnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com