• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


IBNU SALEH AJAK LESTARIKAN SELAMATAN LAUT BATU BERIGA

Selasa, 30 April 2019 | 01:45 WIB
masyarakat Desa Batu Beriga gelar Selamatan Laut
Loading...

Klikbabel.com, Lubuk besar - Bersyukur atas karunia yang diberikan dari hasil laut selama satu terakhir, masyarakat Desa Batu Beriga gelar Selamatan Laut.

Selamatan Laut diselenggarakan di pinggir pantai. Tepat hari Minggu (28/04/2019) sekitar pukul 09.30 wib, Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh didampingi tokoh-tokoh adat Batu Beriga dan aparat Desa setempat melakukan taber beragam deduanan bunga ke Laut.

Sebelum menabur dedaunan bunga ke laut, Ibnu saleh terlebih dahulu melaksanakan rangkaian Do'a Selamat berlanjut dengan memukul gong sebagai tanda melarang Nelayan turun ke laut selama 3 hari.

Dibawah terik matahari pagi berlindungkan tenda, Ibnu saleh bersama masyarakat Batu Beriga makan bersama dengan adat Nganggung.

Semua masyarakat Batu Beriga sumringah. Usai menggelar rangkaian kegiatan resmi, Pemuda Batu Beriga menggelar Pesta Rakyat. Hal itu terlihat adanya Orgen Tunggal, semua masyarakat ikut bernyanyi antara lain lagu dangdut dan pop.

Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh mengatakan akan selalu mendukung kegiatan adat seperti ini. 

"Kegiatan selamatan laut ini merupakan kegiatan adat warisan leluhur. Harus kita jaga kelestariannya, jangan kita abaikan" kata Ibnu saleh kepada Klikbabel.com.

Selain menjaga kelestarian adat, kegiatan ini juga dapat menggait Wisatawan Lokal untuk hadir. Efek positif lainnya membuat perekonomian masyarakat sekitar meningkat, masyarakat bisa jual kue ataupun makanan khas bangka belitung khususnya Batu Beriga.

"Nah. Kalau semua orang yang hadir jajan ke warung warung. Otomatis perputaran uang meningkat, masyarakatpun dapat barokah dari kegiatan kegiatan ini" ulasnya.

Pada kesempatan ini, ia menghimbau agar Nelayan Batu Beriga mengikuti saran dari Tokoh Adat untuk tidak melaut selama tiga hari kedepan.

"Kalau memang sudah ketentuan adat dari leluhur. Ya, diikuti saja. Mungkin ada peringatan tersendiri dari dulu sampai sekarang. Dan yang mengetahuinya adalah leluhur kita dahulu, apa salah nya kita mengikutinya" Pungkas Ibnu saleh.

Salah satu tokoh Masyarakat Desa Batu Beriga, Endang Setiawan mengatakan kegiatan adat seperti ini sudah ada sejak tahun 1930an. 

"Pelaksanaannya memang setiap bulan April. Biasa ditandai dengan munculnya hewan hewan sungai atau hewan laut ke daratan" kata Endang.

Endang sendiri menyebut hewan yang muncul kemarin yakni dua ekor buaya naik ke daratan. Buaya itu dilihat langsung oleh para Nelayan.

"Kalau sudah ada hewan laut atau sungai yang muncul ke darat di bulan April. Kita wajib melakukan selamatan laut, taber laut serta berdo'a kepada Allah SWT agar di beri rezeki melimpah dari hasil laut" katanya.

Jika melanggar ketentuan adat, ada konsekuensi atau tidak. Endang tegaskan tidak ada konsekuensi apapun, hanya saja hukuman moral dilingkungan masyarakat.

"Sejauh ini. Kalau kata tokoh adat jangan kelaut selama 3 hari. Maka Nelayan Batu Beriga tidak ke laut semua. Mereka semua istirahat, dan waktu 3 hari ini biasa di gunakan untuk bersilaturahmi sembari memperbaiki alat tangkap yang rusak" ucapnya.

Ditambahkan Kades Batu Beriga, Abdul gani berjanji akan terus menganggarkan kegiatan adat ini.

"Kita semua harus saling dukung. Apalagi ini kegiatan adat warisan leluhur" pungkasnya (adv/ron)

Loading...


Penulis  : Roni
Editor    : Zahrul
Sumber : Klikbabel.com