• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Lada Babel Makin Tak Dikenal

Minggu, 14 April 2019 | 11:21 WIB
Tanaman lada atau sahang.
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Lada Babel atau yang dikenal dengan Muntok White Pepper kini namanya tak lagi harum dan tak lagi digemari oleh orang Eropa dan Rusia. Semakin banyaknya lada yang juga diproduksi oleh negara lain, membuat keberadaan lada Babel semakin tenggelam. 

Untuk itu sejumlah langkah terus dilakukan Pemprov Babel untuk mengembalikan kejayaan lada Babel. 

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman kembali menegaskan bahwa lada Babel kini semakin tak dikenal oleh sejumlah negara konsumen lada seperti Eropa dan juga oleh Rusia. Penyebabnya, konsumen telah beralih menggunakan lada dari negara lain seperti Vietnam yang harganya jauh lebih murah. 

Bahkan Gubernur mengindikasi lada Babel yang terkenal dengan kepedasan dan aromanya telah dicampur dengan lada dari negara lain, yang selanjutnya diekspor ke Eropa dan Rusia oleh negara yang mencampur itu. 

"Lada kita yang dulunya dikenal dengan Muntok White Pepper dan terkenal dengan rasanya yang pedas tidak lagi diketahui oleh orang Eropa juga oleh konsumen Rusia," kata Gubernur saat bertemu 165 komunitas Babel Peduli, Sabtu malam (13/4/2019) di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur.

Dikatakan gubernur, dulu negara Vietnam belajar tentang bertanam lada ke Indonesia khususnya Babel. Dan kini Vietnam telah sukses sebagai negara pengekspor lada terbesar.  
"Sementara kini saat kita ingin belajar lada ke Vietnam mereka agak tertutup. Kita harus menunggu tiga bulan untuk mendapatkan izin untuk belajar ke kebun mereka," paparnya.

Saat ini Pemprov Babel terus berusaha untuk mengembalikan kejayaan lada Babel. Berbagai upaya terus dilakukan, diantaranya dengan memberikan bibit yang berkualitas kepada petani. 

"Jadi jangan berpikir kalau gubernur itu ke luar negeri untuk wisata atau jalan-jalan. Kita ingin mencari pangsa pasar untuk lada.  Tapi, kini saat saya ke sana, Rusia tak tahu tentang lada Babel," ujarnya.

Menurut Erzaldi perlu waktu lama untuk mengembalikan dan membangun kembali kepercayaan orang luar akan citra lada Babel. "Misalnya ada orang awalnya penggemar atau penikmat kopi Bangka, karena barang tak ada ia berpindah ke kopi Aceh. Setelah sekian lama menikmati kopi Aceh,  maka ia akan susah untuk berpindah lagi ke kopi Bangka," kata Gubernur.

Untuk itu gubernur mengajak komunitas yang tergabung dalam Komunitas Peduli Babel untuk bersama-sama membangun Babel dan membantu masyarakat melalui kegiatan komunitasnya. 

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan komunitas. Kegiatan untuk peduli Babel sangat luar biasa. Mari kita bantu jaga dan pulihkan lingkungan kita. Secara rutin melalui komunitas melalui babel peduli ini," ungkapnya. 

Loading...


Penulis  : -
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com