• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Masa Tenang, Peserta Pemilu Wajib Turunkan Alat Peraga

Jumat, 12 April 2019 | 18:54 WIB
Ketua Bawaslu Basel Sahirin. Foto ; Devi Dwi/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Sahirin meminta dan mengimbau peserta Pemilu 2019 wajib menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) sebelum masuknya masa tenang. Yakni tanggal 14-16 April mendatang.

Sebagaimana tertuang dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2019, masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye. Pasal 276 menyebutkan bahwa kampanye peserta Pemilu dimulai sejak ditetapkannya DCT dan berakhir sampai dimulainya masa tenang.

"Sebelum tanggal 14 April, peserta  pemilu diwajibkan untuk menurunkan APK yang sekiranya masih terpasang di seluruh wilayah Basel. Hal ini bertujuan agar pada saat masuknya masa tenang tidak ada lagi kegiatan kampanye yang dilakukan oleh peserta," ujarnya, Jumat (12/4).

Dia mengatakan, APK tersebut merupakan salah satu dari metode kampanye yang digunakan oleh peserta Pemilu dalam menyampaikan visi dan misinya sebagai calon wakil rakyat.

Senada, Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Azhari juga mengimbau hal yang sama. "Kami telah memberikan imbauan kepada peserta pemilu untuk menurunkan APK yang telah terpasang di seluruh wilayah Basel sebelum masuknya masa tenang. Juga menurunkan Bahan Kampanye (BK) seperti poster yang dipasang," timpalnya. 

Sementara, Koordinator Divisi HPPS Bawaslu Erik juga menyampaikan bahwasannya kepada peserta Pemilu untuk tidak melakukan kampanye pada saat masa tenang berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kondisi Pemilu tahun 2019 tetap steril dan kondusif.

"Peserta yang melakukan kampanye di masa tenang dapat dikenai sanksi sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 492 Undang-undang nomor 7 tahun 2017. Disebutkan bahwa melakukan kampanye diluar jadwal dapat dikenai sanksi kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak 12 juta," jelasnya. jelasnya.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com