• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Publikasikan Identitas Pelanggar Kampanye Gunakan Fasilitas Negara!

Minggu, 07 April 2019 | 10:42 WIB
Dekan FISIP UBB, Ibrahim. (Foto : dok)
Loading...

Klikbabel.com,Toboali - Kasus dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan salah satu oknum caleg DPRD kabupaten sekaligus anggota DPRD Basel aktif yang menggunakan fasilitas negara selayaknya menjadi lesson learned bagi semua caleg dan parpol untuk menjaga netralitas pencalonan. 

Dengan lesson learned itu, Dekan FISIP/Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim menilai sepertinya tidak masalah, sekiranya Bawaslu dan Sentra Gakkumdu Bangka Selatan membuka kronologi dan identitas terduga pelanggar segera ke publik. 

"Lagi pula, terduga pelanggar pun punya hak untuk menjelaskannya ke publik agar bisa lebih informatif. Jika tidak, khawatirnya keresahan publik muncul dan saling curiga bisa saja berkembang lebih luas," ujarnya, Minggu (7/4/2019) saat dimintai konfirmasi wartawan. 

Meski demikian, ia mengira sentra gakkumdu merahasiakan nama terlapor tujuannya untuk menekan potensi kegaduhan yang mungkin akan terjadi. Ditengah momentum politik yang sedang mengalami ekskalasi sehingga mengurangi kegaduhan memang diperlukan. 

"Akan tetapi informasi yang berseliweran demikian berpeluang justru menimbulkan keraguan publik atas prosesnya. Namun, dugaan saya tidak butuh waktu lama bagi bawaslu dan sentra gakkumdu untuk membukanya ke publik karena tahapan sudah ditingkatkan statusnya," terangnya. 

Jika dicermati, tambah Ibrahim pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye, jelas melanggar sehingga kejelian tim bawaslu dilapangan patut diapresiasi. Lagipula, sudah saatnya mulai menekan setiap potensi pelanggaran meski kasus ini terbilang keluasan implikasinya tidak terlampau besar. 

"Kita mengapresiasi keseriusan pihak kepolisian dan kejaksaan yang melalui timnya dan pimpinannya mengawal langsung kasus ini. Kasus-kasus yang demikian, seberapapun kecilnya tetap berpeluang mengurangi kekhidmatan demokrasi karena ada prinsip ekualitas antar kompetitor yang berjalan tidak imbang," pungkas dia.

Loading...


Penulis  : Devi Dwi Putra
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com