• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Pasar Kite Sungailiat Terlihat Lengang, Kenapa?

Jumat, 29 Maret 2019 | 10:29 WIB
Kondisi Pasar Kite Sungailiat Bangka yang terlihat lenggang, Jumat (29/3). Foto : Rama/klikbabel.com
Loading...

Klikbabel.com, Sungailiat - Salah satu sentra pasar tradisional terbesar yang menjadi tujuan masyarakat Kabupaten Bangka, yakni Pasar Kite Sungailiat, Jumat (29/3/2019) pagi terlihat lengang. Terlihat sejak pukul 08.00 wib, situasi Pasar Kite Sungailiat sendiri jauh dari keramaian masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari.  ''Ya, memang sekarang-sekarang ini agak sepi masyarakat yang datang berbelanja,'' jelas Alam, salah satu pedagang di Pasar Kite Sungailiat.

Klik Juga : Garuda Beri Diskon Harga Tiket Pesawat 50%

Ia melanjutkan, kondisi tersebut memang sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Dimana Pasar Kite yang seharusnya ramai dengan kehadiran para pembeli, berangsur-angsur sepi pengunjung. ''Memang seperti ini adanya. Mungkin kondisi ekonomi kita sedang susah,'' lanjut Alam. Sementara itu, Nanda salah satu warga masyarakat yang berkunjung ke Pasar Kite kepada klikbabel.com juga mengaku heran dengan sepinya para pengunjung Pasar Kite tersebut.

Kondisi ekonomi yang dinilainya semakin susah, menjadi salah satu penyebab semakin berkurangnya minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. ''Sekarang ini sudah susah. Mau belanja juga mulai mikir-mikir,'' terangnya. Lebih lanjut, pria asal Kota Sungailiat ini juga berkomentar, tentang rendahnya harga yang ditawarkan untuk berbagai sumber pemasukan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bangka, seperti lada dan karet.

Harga lada yang saat ini dikeluhkan para petani terlihat jauh dibawah standar. Padahal banyak dari masyarakat Bangka Belitung (Babel) pada umumnya bertani lada. ''Kita kan kebanyakan bertani masyarakatnya. Jadi bagaimana mereka mau belanja, kalau harga barang mata pencaharian mereka saja murah. Kalau saya sendiri sih wiraswasta, tidak sangat berpengaruh. Tapi coba pikir nasib para petani kita,'' pungkasnya.

Loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : A. Hairul
Sumber : klikbabel.com