• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Waduh, Lahan Kritis di Belitung Timur Capai 30 Ribu Hektar

Kamis, 28 Maret 2019 | 09:01 WIB
Ilustrasi lahan kritis. (Foto : net)
Loading...

Klikbabel.com,Manggar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mendapat laporan dari siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten Kabupaten Majelengka yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) terkait lahan kritis di Beltim.

Klik juga : Mourinho Beri Kode Ingin Latih Tim Liga Prancis

Berdasar laporan yang disampaikan, terdapat sekitar 30.865,75 hektar lahan kritis di Beltim atau sekitar 12 persen dari total lahan yang ada. Sementara, lahan baik atau tidak kritis hanya sekitar 44.271,33 hektar. Sedangkan 72.864,58 hektar merupakan lahan potensial kritis dan lahan agak kritis sudah mencapai 109.862,05 hektar. 

“Setiap tahun lahan kritis di Belitung Timur bertambah. Karena kebanyakan lahan bekas pertambangan ini dibiarkan begitu saja, tidak diolah kembali,” ungkap Anita Dilla H, siswi SMK Kehutanan Majalengka, dikutip klikbabel.com dari situs resmi Pemkab Beltim, Kamis (28/3/2019) saat presentasi di hadapan wakil Bupati Beltim, Burhanudin dan Kepala UPT Gunung Duren Nurdiansyah di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (26/3/2019).

Dari hasil PKL-nya, Anita memaparkan lahan kritis paling banyak berada di Kecamatan Gantung, yakni mencapai 11.822,85 hektar, atau 38 persen dari total lahan kritis yang ada di Kabupaten Beltim. “Di sana memang paling banyak lokasi tambang, yang belum diolah. Seharusnya begitu tambang selesai langsung dilakukan reboisasi atau penghijauan kembali,” kata Anita.

Anita pun menyarakan agar Pemkab Beltim lebih intens dalam mengembangkan program perhutanan sosial. Di mana di dalamnya terdapat hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat dan hutan kemitraan. “Sebenarnya selama ini program tersebut sudah dikembangkan, cuman masih sebagian. Kita berharap dapat dikembang sepenuhnya dari Pemkab Beltim,” harap Anita.

Loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com